Ambon Hari Ini
Lapak Liar Marak, Penjualan Ayam Potong di Gedung Pasar Mardika Merosot
penurunan penjualan ini dipengaruhi oleh maraknya lapak-lapak liar atau pengadang musiman yang ramai muncul .
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Penjualan daging ayam potong lokal di Gedung Pasar Mardika Ambon mengalami penurunan drastis jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
- Pedagang mengaku penjualan harian hanya mencapai sekitar 70 ekor, jauh menurun dari 200–300 ekor per hari pada Nataru 2024-2025.
- Anjloknya penjualan diduga akibat maraknya lapak liar di luar gedung pasar, sehingga pedagang resmi berharap adanya penertiban dari pemerintah daerah.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Penjualan daging ayam potong lokal di kawasan Gedung Pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku, mengalami penurunan drastis saat jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kemarin, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Ditemui TribunAmbon.com, Jai (58), salah seorang pedagang ayam potong di gedung Pasar Mardika, mengungkapkan bahwa penjualan ayam jelang Nataru kali ini paling tinggi hanya mencapai sekitar 70 ekor per hari.
“Pembeli turun sekali. Tahun sebelumnya itu bisa dapat 200 sampai 300 ekor per hari, tapi kali ini hanya 70 ekor,” ujar Jai dengan nada lesuh saat ditemui Minggu (4/1/2025).
Baca juga: Hati-hati! Ada Lubang Hampir Sedalam 1 Meter di Jalan Syaranamual-Ambon
Baca juga: Awal Tahun 2026, Harga Ikan di Pasar Bula Mahal, 4 Ekor Rp. 50 Ribu
Menurut dia, sangat berbeda jika dibanding dengankan dengan Nataru 2024/2025, ketika permintaan ayam potong meningkat signifikan seiring kebutuhan masyarakat untuk perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru.
Jai menilai penurunan penjualan ini dipengaruhi oleh maraknya lapak-lapak liar atau pengadang musiman yang ramai muncul pada momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru ini, yang berjualan di luar area gedung pasar Mardika.
“Mau bagaimana, kemarin saja lapak-lapak liar di luar itu banyak. Jadi banyak pembeli yang tidak masuk ke Gedung,” keluhnya.
Dengan harapan pemerintah dapat lebih tegas dalam menertibkan dan menata ulang pedagang yang tidak terdata resmi, agar pedagang tetap yang berjualan di dalam gedung Mardika tidak dirugikan.
“Kami membayar sewa lapak terus. Harapannya kami harus diperhatikan dan diutamakan, karena kami juga memberikan pemasukan pada daerah,” harapanya. (*)
| Krisis Lahan TPU di Ambon, Wali Kota Dorong Solusi Bersama Pemprov Maluku |
|
|---|
| SMA Negeri 1 Ambon Gelar Selebrasi Smansa, Angkat Literasi Budaya dan Kewarganegaraan |
|
|---|
| Rapat Paripurna ke-II DPRD Kota Ambon, dari Total 35 Anggota 16 Tidak Hadir dan Hanya 4 Izin |
|
|---|
| Sebuah Minibus Terperosok di Selokan Kawasan Jl. Ir. Putuhena Kota Ambon, Tak Ada Korban Jiwa |
|
|---|
| Terlapor Santai, Korban Merugi: IRT Ambon Tuntut Kepastian Hukum Usai 4 Bulan Lapor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Harga-ayam-mahal-egh.jpg)