Sbt
Longsor di Werinama Ancam Akses Warga, Masyarakat Minta Perhatian Pemprov
Warga mengaku longsor tersebut sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Warga Negeri Batuasa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku segera menangani longsor yang terjadi di kawasan Hatumeten.
- Pasalnya, longsor tersebut berada di jalur utama penghubung sejumlah desa menuju Kecamatan Werinama.
- Warga mengaku longsor tersebut sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah maupun provinsi.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Warga Negeri Batuasa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku segera menangani longsor yang terjadi di kawasan Hatumeten.
Pasalnya, longsor tersebut berada di jalur utama penghubung sejumlah desa menuju Kecamatan Werinama.
Warga mengaku longsor tersebut sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah maupun provinsi.
Kondisi jalan disebut semakin rusak saat hujan besar turun dan gelombang musim timur mulai melanda wilayah pesisir SBT.
Selain badan jalan yang rawan amblas, warga juga khawatir kerusakan jembatan di sekitar lokasi dapat memutus akses transportasi masyarakat.
“Beta himbau kepada Bapak Gubernur Maluku dan Bapak Wakil Gubernur Maluku, tolong lihat longsor ini karena ini akses masyarakat Batuasa menuju Kecamatan Werinama,” ujarnya dalam keterangan video yang diterima Tribunambon.com, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Hoki Mengalir! 4 Zodiak Ini Diprediksi Penuh Kelimpahan Hari Ini
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Minggu 10 Mei 2026: Hampir Semua Wilayah Hujan Ringan
Ia mengatakan jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dari sejumlah desa dan dusun di wilayah Werinama.
Menurutnya, bukan hanya warga Batuasa yang terdampak, tetapi juga masyarakat dari Desa Tobo, Osong, Gusalau, Tum, hingga Tehouru yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
“Kalau longsor ini dibiarkan terus, akses masyarakat sangat terganggu. Orang dari beberapa desa menuju kecamatan semua lewat jalur ini,” katanya.
Arpen juga menyampaikan harapan khusus kepada Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath yang disebutnya sebagai putra asal Werinama agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat di daerah tersebut.
“Saya bicara ini dengan suara hati rakyat. Tolong lihat kondisi jalan dan longsor ini,” tandanya.
Diketahui, lokasi longsor berada di kawasan Gunung Hatumeten, tepat di sekitar Kampung Hatumeten, Kecamatan Werinama.
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi segera turun meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar.(*)
| Festival Ketupat di Dusun Talaga Kodok, Pemprov: Lestarikan Identitas Lokal |
|
|---|
| Piala Dunia 2026, Rovik Afifuddin: Akan Lahir Juara Dunia Baru dan itu adalah Belanda |
|
|---|
| Portugal Dijagokan Juara Piala Dunia 2026, Kadis Dukcapil SBT: Kado Terakhir tuk Ronaldo |
|
|---|
| Kuasa Hukum Pelapor Pertanyakan Klaim Raja Negeri Suli Soal Penggunaan Rp9 Juta untuk Operasional |
|
|---|
| Meski Banyak Fans Belanda di Nusaniwe, Kapolsek Tetap Optimistis Brasil Jadi Juara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Werinama-longsor.jpg)