Kamis, 23 April 2026

SBT Hari Ini

Proyek Sumur Bor dan Pagar TK PAUD di Desa Waru Disorot, Inspektorat Temukan Kejanggalan

Selain proyek air bersih yang hingga kini gagal dinikmati masyarakat, Inspektorat juga dikabarkan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
DESA WARU - Kondisi sekolah TK PAUD dana salah satu dari tiga unit proyek pembangunan Sumur Bor, di Desa Waru Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang telah mangkrak, Senin (8/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Proyek pembangunan sumur bor dan pagar untuk sekola TK PAUD di di Desa Waru, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menuai sorotan warga. 

Selain proyek air bersih yang hingga kini gagal dinikmati masyarakat, Inspektorat juga dikabarkan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Salah satu warga Desa Waru, Ongen Kilbaren, mengungkapkan bahwa tim pemeriksa dari Inspektorat sempat turun langsung melakukan pemeriksaan sekitar Oktober 2025 lalu.

Baca juga: Demo di Kantor Bupati SBT, Mahasiswa Tuntut Sekretaris Dinas Pendidikan Dicopot

Baca juga: Satgas Tertibkan PETI di Gunung Botak Pulau Buru: 9 Penambang Diamankan

Menurutnya, dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kejanggalan pada pembangunan pagar dan sumur bor.

“Ada temuan pagar dan juga sumur bor. Itu memang temuan murni karena waktu mau pengukuran pagar itu belum ada,” ungkap Ongen kepada TribunAmbon.com, Senin (9/12/2025).

Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya tindak lanjut lanjutan pasca pemeriksaan tersebut.

“Sudah ada pemeriksaan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut lagi,” katanya.

Tak hanya soal temuan Inspektorat, warga juga mengeluhkan proyek sumur bor air bersih yang hingga kini tak memberikan manfaat sama sekali bagi masyarakat.

Ongen menegaskan, proyek yang dikerjakan sejak tahun 2024 itu seharusnya menjadi solusi krisis air bersih di Desa Waru

Namun faktanya, air dari sumur bor tersebut tak pernah mengalir hingga akhir 2025.

“Anggarannya besar, tapi masyarakat tidak menikmati apa-apa. Air tidak pernah jalan,” ujarnya.

Selain meminta penyelesaian proyek air bersih, warga juga berharap agar hasil temuan Inspektorat benar-benar ditindaklanjuti secara serius, agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan tidak menjadi persoalan yang berlarut-larut.

“Sudah hampir satu tahun lebih, tapi tidak pernah dinikmati. Kita minta air ini harus dituntaskan supaya masyarakat bisa menikmati,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved