Rabu, 22 April 2026

SBT Hari Ini

Menjelang Nataru, Harga Bahan Dapur di Pasar Bula Masih Stabil

Salah satu pedagang, Mama Lan meengatakan harga jual tidak mengalami perubahan karena stok dari pemasok masih aman dan pasokan datang tepat waktu.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
HARGA PASAR - Pasokan bawang di lapak pedagang Mama Lan, salah satu pedagang di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (7/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pedagang di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memastikan harga sejumlah komoditas masih stabil jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. 

Hal itu disampaikan Mama Lan, salah satu pedagang yang tiap hari berjualan di area pasar tersebut, Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Harga Ikan di Bula Tetap Murah, Meski Biaya Pengambilan dari Nelayan Naik

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Bula Melonjak: Rica Kecil Sentuh Rp. 120 Ribu per Kilo

Menurutnya, harga jual tidak mengalami perubahan karena stok dari pemasok masih aman dan pasokan datang tepat waktu.

“Stok aman semua. Jadi kita tidak berani naikkan harga. Yang penting pembeli bisa dapat murah dan jualan juga tetap jalan,” ujarnya.

Di lapaknya, bawang putih dilepas seharga Rp. 50 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah Rp. 60 ribu per kilogram. 

Dua komoditas ini disebut paling sering dicari pembeli untuk kebutuhan masakan sehari-hari.

"Untuk bawang memang setiap hari ada yang beli, dan alhamdulillah sampai sekarang iji juga harganya masih wajar," katanya.

Sementara itu, untuk harga tomat dijual Rp. 15 ribu per kilogram, dan buncis Rp. 20 ribu per kilogram. 

Harga tersebut, kata Mama Lan, sudah bertahan beberapa hari terakhir tanpa ada perubahan signifikan.

“Kalau barang masuk lancar begitu, harga juga tetap. Kita pedagang cuma ikut harga pasar saja. Alhamdulillah beberapa hari ini aman, pembeli juga senang karena tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Ia berharap kondisi ini dapat bertahan hingga akhir bulan, mengingat tren permintaan  biasanya meningkat menjelang libur panjang.

"Kalau menjelang akhir tahun biasanya ramai, dan banyak yang beli dengan jumlah yang banyak, tidak biasanya, jadi mudah-mudahan harga ini bertahan terus," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved