Sabtu, 9 Mei 2026

SBT Hari Ini

Gelar Karya P5, SMA Negeri 8 SBT Angkat Sagu  sebagai Identitas Leluhur

Kegiatan yang mengangkat tema “Sagu: Warisan Pangan dan Budaya” itu berlangsung di pelataran sekolah, Sabtu (29/11/2025).

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Tribunnews.com/Istimewa
SMA N 8 SBT - Stand Kelas 10 A, SMA Negeri 8 SBT, saat kegiatan Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di pelataran sekolah, Sabtu (29/11/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – SMA Negeri 8 Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengusung sagu sebagai bahan utama.

Kegiatan yang mengangkat tema “Sagu: Warisan Pangan dan Budaya” itu berlangsung di pelataran sekolah, Sabtu (29/11/2025). 

Dengan menampilkan hasil kreativitas siswa, sagu dijadikan bahan utama sebagai identitas leluhur masyarakat di SBT. 

Baca juga: Red Carpet Competition 2025 Memasuki Babak Final, Dua Juri Nasional Dihadirkan

Baca juga: PLN UIW MMU Dukung Banda Heritage Festival 2025, Dorong Pariwisata dan Budaya Maluku

Koordinator P5 SMA Negeri 8 SBT, Abdullah, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunAmbon.com, Minggu (30/11/2025), menjelaskan bahwa pemilihan tema sagu bukan sekadar memperkenalkan pangan lokal, tetapi juga menggali nilai budaya dan sejarah yang melekat dalam kehidupan masyarakat setempat.

“Di Seram Bagian Timur, sagu bukan hanya bahan pangan, sagu adalah identitas, budaya, dan warisan leluhur yang membentuk kehidupan masyarakat sejak generasi terdahulu,” jelasnya.

Abdullah mengatakan, melalui projek P5 ini para siswa diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sagu, seperti kemandirian, keberlanjutan, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ia menegaskan bahwa Gelar Karya P5 merupakan praktik nyata pembelajaran berbasis projek yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta penguatan karakter pelajar.

“Saya mengapresiasi seluruh guru fasilitator yang telah mendampingi siswa sejak proses awal hingga pelaksanaan hari ini. Juga kepada para siswa yang telah menunjukkan potensi terbaiknya,” tambahnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebanggaan peserta didik terhadap budaya lokal serta menegaskan kembali bahwa kearifan lokal adalah kekuatan yang harus dijaga dan diwariskan.

“Mari terus konsumsi sagu. Jangan pernah menukar sagu dengan nasi, karena sagu adalah kita, identitas kita, kekayaan kita, dan kebanggaan kita di Seram Bagian Timur dan Maluku,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved