Jumat, 24 April 2026

SBT Hari Ini

Pantai Tikus Kota Bula Kian Kumuh, Tumpukan Sampah Mengular hingga Ratusan Meter

Tumpukan sampah yang berhamburan itu membuat kawasan pantai terlihat kumuh dan tak terawat.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
SAMPAH - Hamparan sampah di pesisir Pantai Tikus Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Jumat (28/11/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Pantai Tikus di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), semakin mengkhawatirkan.

Pantauan TribunAmbon.com, Jumat (28/11/2025), pesisir pantai yang berada di kawasan padat aktivitas itu tampak dipenuhi sampah yang mengular nyaris 100 meter di sepanjang garis pantai. 

Sampah yang berhamburan itu membuat kawasan pantai terlihat kumuh dan tak terawat.

Sampah plastik, puntung kayu, kain bekas, botol air mineral, hingga sisa-sisa limbah rumah tangga tampak berserakan tanpa kendali. 

Di beberapa titik, tumpukan sampah bahkan mencapai ketinggian tertentu.

Baca juga: Warga Ngeluh Bangunan Usaha Mundur 7 Meter dari Badan Jalan, Ini Tanggapan Bupati Ikram Umasugi

Baca juga: Terminal Gumumae Bula Dipenuhi Semak Belukar, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga ke badan jalan yang berada tepat di sisi pantai.

Beberapa perahu nelayan terlihat parkir tidak jauh dari area yang dipenuhi sampah. 

Kontras antara aktivitas mencari nafkah para nelayan dan kondisi pantai yang terabaikan menjadi pemandangan yang disayangkan warga setempat. 

Menurut warga, kondisi Pantai Tikus sudah lama tak jorok seperti itu.

Sampah terus menumpuk dari waktu ke waktu, terbawa arus air laut maupun dibuang langsung oleh warga yang tak bertanggung jawab.

“Sudah berbulan-bulan begini. Sampah makin panjang dan menumpuk setiap hari. Sampai sekarang belum ada pembersihan dari pemerintah,” ujar Farida salah satu warga sekitar.

Kata dia, pihaknya sering mengeluhkan kondisi tersebut, namun keluhan itu tidak kunjung mendapat tanggapan. 

Warga menilai, pengendalian sampah di Kota Bula masih sangat lemah, terutama di kawasan pesisir yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

“Ini bukan cuma merusak pemandangan, tapi juga merusak laut dan kesehatan. Sampah plastik kalau sudah tercemar bisa bahaya sekali,” jelasnya.

Warga mengusulkan adanya pembersihan rutin serta edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

Selain itu, warga juga membuka kemungkinan untuk melaksanakan aksi gotong royong jika pemerintah memberikan dukungan.

“Kami siap ikut kerja bakti asal ada koordinasi. Pemerintah harus ambil langkah dulu, baru nanti masyarakat ikut,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved