Minggu, 3 Mei 2026

SBT Hari Ini

Waduh! Sekolah di SBT Ini Disebut Kandang: Sapi dan Kambing Pernah Masuk Ruang Kelas

Hal itu disampaikan langsung Muhammad Sudin Nurbaty salah satu guru di sekolah tersebut saat diwawancarai TribunAmbon.com, Rabu (15/10/2025).

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
SEKOLAH - Kondisi lingkungan sekolah MTs LKMD Werinama Werinama, di Kecamatan Werinama, Kabupaten SBT, Rabu (15/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi bangunan MTs LKMD Werinama di Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sungguh mencengangkan.

Sebelum memiliki pagar, hewan ternak bebas masuk ke dalam area sekolah.

Hal itu disampaikan langsung Muhammad Sudin Nurbaty salah satu guru di sekolah tersebut saat diwawancarai TribunAmbon.com, Rabu (15/10/2025). 

“Dulu sebelum ada pagar, sapi dan kambing masuk di halaman sampai depan kelas. Kotorannya di mana-mana, rumput di depan kelas jadi makanan sapi,” ujarnya. 

Sudin bahkan menyebut pagar sekolah itu dibangun dari hasil hutang. 

“Itu pagar dibuat pakai uang hutang. Kami guru ini hanya sebagai relawan, tapi tetap merasa bertanggung jawab,” ujarnya.

Terkait kondisi sekolah, Sudin mengakui kerusakan sekolah cukup parah dan sudah berlangsung lama tanpa perhatian serius dari pemerintah. 

Baca juga: Masyarakat Adat Desa Bara Geruduk Kejari Buru, Desak Cabut Izin PT. SAFI dan Periksa AKBP Sulastri 

Baca juga: Kasus Korupsi Jalan Pulau Wokam: Kejati Diam akan Kabar Bupati Timotius Kaidel Kembalikan Rp. 4,2 M

Kerusakan itu bahkan telah berlangsung lama, sejak 2019 lalu hingga kini.

Namun, di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat pihaknya untuk tetap mengajar tak pernah padam.

Meski atap sekolah bocor dan lantai hancur, para guru tetap datang setiap hari mengajar dengan fasilitas seadanya.

“Sampai sekarang anak-anak ada yang belajar duduk di lantai, ada yang pakai kursi pakai, tapi masih banyak yang kurang,” bebernya. 

Kata dia, kondisi bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan. 

Dari tujuh ruang belajar, hanya tiga yang masih bisa digunakan.

Selebihnya rusak berat dengan atap yang bocor, dinding lapuk, dan kaca jendela pecah.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved