Minggu, 3 Mei 2026

Pendemo Terbakar

Semangati Korban Insiden Bakar Ban, Bupati Fachri Minta Jangan Berhenti Demo, Tapi Hati-Hati

Kepada korban, Bupati para aktivis PMII tuk tidak kapok menyuarakan aspirasi demi kepentingan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Pemkab SBT
BUPATI SBT - Bupati Fachri Husni Alkatiri bersama rombongan saat mengunjungi tiga aktivis di RSUD Bula, pasca demo bakar ban di kantor DPRD SBT, Kamis (4/9/2025) 

Laporan Wartawan Tribuambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUAMBON.COM - Bupati Fachri Husni Alkatiri turut menjenguk korban insiden bakar ban di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seram Bagian TImur (SBT).

Bupati tiba bersama rombongan Kamis (4/9/2025) sore.

Setibanya Bupati sempatkan memotivasi ketiga korban yang dirawat di RSUD Bula.

Kepada korban, Bupati para aktivis PMII tuk tidak kapok menyuarakan aspirasi demi kepentingan masyarakat.

Namun, tetap harus berhati-hati dan mempertimbangkan segala aspek agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bersama.

"Tadi Pak Bupati kasih semangat dan bilang cepat sehat. Jangan berhenti berdemo," ujar Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Susanti Kacong. 

"Tetap suarakan aspirasi, tapi harus lebih hati-hati dan penuh pertimbangan," imbuhnya.

Baca juga: Gubernur Instruksi Tutup Gunung Botak, Kapolres Buru: Makan Minum Anggota Pakai Uang Pribadi Saya

Baca juga: Ini Nama dan Persentase Luka Para Korban Insiden Bakar Ban di DPRD Seram Bagian Timur

Selain memberi semangat, Bupati juga memberikan santunan kepada para korban. 

"Pak Bupati mengintruksikan kepada direktur RSUD agar semua biaya pengobatan ditiadakan. Pak Bupati juga memberikan santunan untuk ketiga korban," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Seram Bagian Timur (SBT) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berakhir tragis. 

Pendemo terbakar saat mencoba membakar ban bekas, sekitar pukul 12:00 WIT, Kamis (4/9/2025).

Bermula saat salah satu masa aksi menyiram bahan bakar minyak (BBM) pada ban bekas. 

Aksi itu kemudian coba dihalau oleh aparat keamanan hingga terjadi saling dorong, menyusul cipratan minyak terkena pakaian korban.

Seketika api pun langsung tersulut saat seseorang memantik api.

Korban langsung berlari dengan api yang berkobar di badan.

Massa aksi langsung lari berhamburan, dan lainnya mencoba membantu korban hingga api berhasil dipadamkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved