Sabtu, 25 April 2026

SBT Hari Ini

Warga Danama SBT Ancam Demonstrasi Besar-besaran di Bula, Tolak Pelantikan Pejabat Baru

Pasalnya, rencana pergantian ini dilakukan tanpa sepengetahuan publik, dan dianggap sebagai bentuk penjajahan baru dan

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
PERGANTIAN PEJABAT - Kondisi kantor Negeri Danama, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten SBT, pasaca isu pergantian pejabat negeri, Selasa (2/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUAMBON.COM - Keputusan Bupati Fachri Husni Alkatiri untuk menandatangani Surat Keputusan (SK) pelantikan pejabat baru Negeri Danama, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memicu gelombang perlawanan dari masyarakat adat. 

Pasalnya, rencana pergantian ini dilakukan tanpa sepengetahuan publik, dan dianggap sebagai bentuk penjajahan baru dan merusak tatanan adat.

Hal ini ditegaskan Hasanuddin Rumfot bersama sejumlah warga setempat dalam vidio pernyataan sikapnya di kantor desa mereka, Selasa (2/9/2025).

Rumfot menegaskan, pihaknya maupun warga setempat yang berdomisili di Bula, telah menyerukan seluruh masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran.

Aksi perlawanan ini dimulai dengan perintah kepada seluruh masyarakat untuk memblokade kantor desa. 

Hal ini sebagai respons terhadap isu yang beredar luas di tengah masyarakat. 

Rencana aksi tersebut bakal digelar pada beberapa oknum yang terlibat dalam pergantian pejabat itu.

Baca juga: Pencabutan Izin Administrasi Perusahaan PT. Waragonda Diajukan ke Kementerian ESDM

Baca juga: Warga Negeri Danama SBT Tolak Pj Kepala Negeri Non-Keturunan Raja

Nama-nama seperti Husin Rumadan hingga Umar Gazam bakal jadi sasaran amukan warga.

"Besok kita demo di Husin Rumadan punya rumah dan Umar Gasam, sekaligus ke pendopo. Kalau memang bupati tidak respon, maka Negeri ini akan tetap bertumpah darah, ini serius," tegas Rumfot.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak ingin dijajah hingga mengorbankan masyarakat.

Mereka menyetujui jika pelantikan dilakukan di desa-desa pemekaran seperti Desa Walantenga atau Tarui.

Namun, untuk desa adat seperti Danama, masyarakat menolak keras adanya pelantikan pejabat diluar garis keturunan.

"Masyarakat setuju? Setuju. Kalau memang setuju, demo ini besok dilakukan di Bula, dipimpin oleh anak-anak kita dari Danama Tarui yang tinggal di kota Bula," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved