SBT Hari Ini
Kemenperin Dorong Industri Sagu SBT Naik Kelas, Siap Tembus Pasar Nasional
Kemenperin mendorong pengembangan industri pangan lokal berbasis sagu di Kabupaten SBTmelalui pendampingan teknis dan diversifikasi produk.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Kemenperin mendorong pengembangan industri pangan lokal berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur melalui pendampingan teknis dan diversifikasi produk.
- Pelaku IKM olahan sagu mendapat pelatihan produksi, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran agar mampu naik kelas menjadi industri kecil dan menengah.
- Kemenperin berharap produk olahan sagu asal SBT dapat menembus pasar yang lebih luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri pangan lokal berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan teknis produksi, diversifikasi produk dan sistem keamanan pangan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan sagu di SBT.
Ketua Tim Kerja Pengembangan IKM Makanan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Indra Akbar Dilana mengatakan, pangan lokal menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Baca juga: Respon Ketidakpastian Ekonomi, Kadis Pariwisata Ambon Optimis UMKM Jadi Motor Penggerak
Baca juga: Dilaporkan Kasus Dugaan Penipuan Penerbitan SKT, Ini Klarifikasi Raja Suli
Salah satunya yakni, sagu di Kabupaten SBT yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan ke pasar yang lebih luas.
“Potensi sagu di SBT sangat besar. Ini langkah awal kita untuk melihat bagaimana pelaku usaha mikro bisa naik menjadi industri kecil ataupun menengah,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan industri sagu juga sejalan dengan kebijakan nasional terkait penganekaragaman pangan lokal sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 81 Tahun 2025.
Lebih lanjut dijelaskan, dengan pendampingan yang dilakukan, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis produksi, tetapi juga pendampingan terkait legalitas usaha dan pemasaran produk.
Pelaku IKM diberikan pemahaman terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, penyusunan proposal usaha hingga strategi pemasaran produk sagu.
Indra mengatakan, selama ini banyak produk lokal memiliki kualitas baik namun belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kadang pelaku usaha merasa produknya sudah enak, tapi pasarnya masih di sekitar sini. Padahal potensinya bisa ke seluruh Indonesia,” sesalnya.
Ia berharap produk olahan sagu asal SBT nantinya dapat dipasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Maluku, Makassar dan Pulau Jawa.(*)
| BPS SBT Catat Tren Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Sejak 2023, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| BPS Catat Partisipasi Angkatan Kerja di SBT Terus Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir |
|
|---|
| Hari Kebangkitan Nasional, Kapolres SBT Tekankan Perlindungan Anak di Ruang Digital |
|
|---|
| Guru SMP Negeri 40 SBT Terbukti Cabuli Murid, Divonis 12 Tahun Penjara |
|
|---|
| Masih Banyak Rumah Tak Layak di Desa Bula, Pj Kades Akui Kuota Bantuan Belum Mencukupi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kemnprin-umkm.jpg)