SBT Hari Ini
Tak Sekadar MTQ, Bupati SBT Tekankan Nilai Qurani dan Data Ekonomi untuk Masa Depan Daerah
Di balik ajang religius tersebut, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyisipkan pesan strategis yang menyentuh dua hal sekaligus.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tak hanya diwarnai pesan keagamaan.
- Di balik ajang religius tersebut, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyisipkan pesan strategis yang menyentuh dua hal sekaligus.
- Yakni penguatan karakter masyarakat dan pentingnya data ekonomi daerah.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tak hanya diwarnai pesan keagamaan.
Di balik ajang religius tersebut, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyisipkan pesan strategis yang menyentuh dua hal sekaligus.
Yakni penguatan karakter masyarakat dan pentingnya data ekonomi daerah.
Di hadapan delegasi dari 16 kecamatan, Bupati menegaskan MTQ harus dimaknai lebih luas, tidak berhenti sebagai ajang lomba membaca Al-Qur’an.
“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya Senin (20/4/2026) malam.
Ia menekankan, tema MTQ tentang terwujudnya masyarakat SBT yang berkarakter qurani dan berbudi luhur harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dilantunkan dengan indah, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang membentuk cara berpikir dan bertindak.
“Al-Qur’an adalah napas dalam pengabdian, yang harus menyinari setiap langkah kita dalam bermasyarakat,” tegasnya.
Baca juga: BBM Subsidi Langka, Warga Seram Utara Timur Kobi Gelar Aksi, Berikut Poin Tuntutannya
Baca juga: Bagian Hukum Akan Laporkan Akun Tiktok yang Menyerang Pejabat Pemkot Ambon
Tak hanya soal nilai keagamaan, Bupati juga menyinggung arah pembangunan daerah. Ia menilai kemajuan tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata.
“Pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual. Itu yang menentukan kualitas masyarakat kita,” katanya.
Di sisi lain, ia memberi perhatian khusus pada integritas dewan hakim dalam MTQ.
Penilaian yang objektif dan jujur, menurutnya, akan melahirkan qari dan qariah berkualitas yang mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.
Sementara kepada peserta, ia mengingatkan bahwa esensi kemenangan tidak terletak pada piala.
“Juara sejati adalah mereka yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
| RSUD Bula Krisis Ambulans: Pasien Rujuk Pakai Mobil Pangkalan, Klaim BPJS Hangus |
|
|---|
| Pelayanan Bedah RSUD Bula Kewalahan, 8 Ruang Rawat Hanya 2 yang Berfungsi |
|
|---|
| Gedung Baru RSUD Bula Belum Dimanfaatkan, Terkendala Selasar Penghubung |
|
|---|
| Interupsi Wakil Ketua II DPRD SBT Berujung Ricuh, Diduga Tersinggung Bahasa Tubuh Ahmad Voth |
|
|---|
| Jaksa Hadirkan 5 Saksi, Dugaan Korupsi Rp. 798 Juta di Kejari SBT Kian Terbuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Mtq-sbtk.jpg)