Kasus Gizi Buruk
PKK SBT Soroti Gizi Buruk, Harap Kasus Tak Terulang
PKK SBT turut memberi dukungan sebagai bentuk kepedulian, melengkapi peran Dinas Kesehatan dalam penanganan.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Kasus gizi buruk dua balita di SBT menjadi peringatan serius untuk memperkuat upaya pencegahan.
- PKK SBT turut memberi dukungan sebagai bentuk kepedulian, melengkapi peran Dinas Kesehatan dalam penanganan.
- Bantuan diberikan berupa kebutuhan bayi, susu khusus penambah gizi, serta santunan untuk mendukung pemulihan pasien.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kasus gizi buruk yang menimpa dua balita di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
Terutama dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dua balita tersebut kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Bula setelah mengalami kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
Tim Penggerak PKK SBT turut memberikan perhatian terhadap kasus ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami masalah gizi.
Baca juga: Dua Balita SBT Krisis Gizi, Berat Dibawah Normal, RSUD Bula Telusuri Penyebabnya
Baca juga: Datang Berobat Batuk dan Diare, Dua Balita di SBT Ternyata Alami Gizi Buruk
Salah satu pengurus Pokja 4 PKK SBT, Deni Susanti mengatakan, kehadiran PKK bukan untuk mencampuri tugas instansi lain, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“PKK sebetulnya bukan ingin ikut campur, tetapi ini program simpatik dimana kita men-support masyarakat yang menjadi penderita gizi buruk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini Dinas Kesehatan telah bekerja maksimal dalam menangani masalah kesehatan masyarakat, termasuk melalui program di lapangan.
“Dinas Kesehatan itu sudah sangat all out untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi apabila ada kasus seperti ini, PKK hadir memberikan support,” jelasnya.
Menurut Deni, bantuan yang diberikan tidak hanya untuk pasien, tetapi juga ditujukan kepada keluarga agar dapat mendukung proses pemulihan anak.
“Terutama kepada keluarga agar kasus-kasus seperti ini dapat dicegah dan tidak terjadi kembali,” katanya.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar bayi hingga dukungan tambahan untuk pemulihan gizi.
“Bantuan yang diserahkan berupa diapers, terutama susu untuk menambah berat badan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan resep dokter,” ungkapnya.
Ia menambahkan, susu yang diberikan merupakan susu khusus yang diformulasikan untuk membantu peningkatan berat badan balita.
“Susu ini memang khusus untuk meningkatkan berat badan bayi dan sudah diformulasikan oleh ahli gizi,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gizi-satu-dua.jpg)