Kamis, 16 April 2026

SBT Hari Ini

Blok Bula Lumpuh 8 Bulan, Bupati SBT Desak Pemerintah Pusat Bertindak

Fachri Husni Alkatiri soroti mandeknya operasional Blok Bula yang dikelola PT Karlez Petroleum Seram Ltd.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
MINYAK DAN GAS - Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, menyampaikan pernyataan saat rapat bersama Komite II DPD RI di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/04/2026). 

“Beberapa waktu lalu terjadi semburan gas. Hampir seminggu masyarakat merasakan dampaknya. Ini situasi yang tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat jika tidak segera ditangani secara serius oleh pihak terkait, termasuk pemerintah pusat dan pemangku kepentingan di sektor migas.

Selain itu, persoalan sosial juga mulai bermunculan akibat karyawan yang dirumahkan tanpa kepastian.

Banyak dari mereka kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, bahkan terjerat utang yang tidak mampu dibayar.

“Ini jadi masalah serius, karena mereka punya tanggungan, ada utang di bank, kebutuhan keluarga, tapi tidak ada pemasukan,” ujarnya.

Fachri mengaku, sebagai kepala daerah ia kerap menerima keluhan langsung dari masyarakat yang terdampak, namun hingga kini belum ada kejelasan solusi dari pihak perusahaan maupun otoritas terkait.

Ia pun mendesak pemerintah pusat dan lembaga terkait, termasuk SKK Migas, Kementerian ESDM, serta pihak perbankan, untuk segera mengambil langkah konkret.

Menurutnya, jika perusahaan pengelola saat ini tidak lagi mampu beroperasi, maka harus ada solusi cepat, termasuk kemungkinan pengalihan pengelolaan kepada pihak ketiga.

“Kalau memang sudah tidak bisa beroperasi, harus ada langkah tegas. Bisa dialihkan ke pihak lain agar aktivitas kembali berjalan dan masyarakat tidak terus dirugikan,” katanya.(*)

Lebih jauh, Fachri mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu gejolak sosial di masyarakat.

Ia mengaku hingga saat ini masih mampu menjaga situasi tetap kondusif, namun tidak dapat menjamin kondisi tersebut akan bertahan jika persoalan tidak segera diselesaikan.

“Saya masih bisa menjaga daerah ini tetap aman, tapi saya tidak tahu sampai kapan kalau masalah ini tidak ditangani serius,” tegasnya.

Bupati SBT itu berharap pemerintah pusat segera turun tangan dan memberikan kepastian terhadap nasib Blok Bula serta para pekerja lokal yang terdampak.

“Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut dan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved