Rabu, 8 April 2026

Paskah 2025

Darah, Peluh, dan Iman: Kisah Ruli Pemeran Yesus di Jalan Salib Langgur

sosok Yohanes Ruli Welerubun mencuri perhatian. Ia tampil sebagai pemeran utama—Yesus Kristus.

Megarivera Renyaan
JALAN SALIB HIDUP -- Prosesi Jalan Salib Hidup Ruli melakoni peran Yesus raja orang Yahudi, Jumat (18/4/2025)/ Megarivera Renyaan 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM – Perayaan Jumat Agung di Gereja Konkatedral Santa Perawan Maria Hati Tak Bernoda, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), menjadi ruang permenungan bagi umat Katolik yang hadir. 

Dalam hening dan doa, ratusan umat merenungi makna penderitaan Kristus melalui prosesi Jalan Salib Hidup.

Sejak pukul 11.00 WIT, umat mulai berdatangan dan memadati pelataran gereja. 

Jalan Salib Hidup yang diselenggarakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Langgur ini membawa umat dalam ziarah batin, menyusuri 14 perhentian yang melambangkan perjalanan sengsara Yesus menuju Kalvari.

Baca juga: Jumat Agung, Umat Katolik di Maluku Tenggara Gelar Prosesi Jalan Salib Hidup

Baca juga: Ratusan Umat Katolik Stasi Langgur Ikuti Prosesi Jalan Salib Hidup 

Di antara para pemeran, sosok Yohanes Ruli Welerubun mencuri perhatian. 

Ia tampil sebagai pemeran utama—Yesus Kristus.

Dengan balutan kain putih sederhana, Ruli berdiri tenang. 

Wajahnya bersinar oleh peluh, tapi mata tajam dan lembutnya seolah menyampaikan pesan iman yang dalam. 

Setiap langkahnya ketika memanggul salib besar dari batang kayu seakan menghidupkan kembali penderitaan Sang Juru Selamat. 

Ia menerima mahkota duri dan cambukan, memanggul salib kayu besar, dan tetap tegak melangkah menelusuri tiap perhentian dengan penuh penghayatan

Umat yang menyaksikan larut dalam suasana haru dan kontemplasi, menyadari betapa dalamnya cinta Kristus yang rela menderita demi penebusan manusia.

Kepada TribunAmbon.com, Jumat (18/4/2025), Ruli mengaku telah menyerahkan diri dan raganya kepada Tuhan untuk memerankan sosok Yesus dalam Jalan Salib Hidup tahun ini.

“Tuhan tidak pernah menaruh beban di pundak yang salah. Saya sudah menyerahkan diri sepenuhnya untuk hari ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, proses latihan dilakukan selama kurang lebih satu bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved