Senin, 15 Juni 2026

Pemprov Maluku

Berdekatan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Gubernur: Ini Modal Kebersamaan

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, ini merupakan momen langka dan spesial yang harus dimaknai sebagai modal kebersamaan.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
FESTIVAL OGOH-OGOH- Tampak prosesi Festival ogoh-ogoh yang disaksikan oleh ratusan warga Kota Ambon di depan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Maluku, Rabu (18/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriyah bakal berlangsung dengan waktu yang berdekatan.
  • Untuk itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, ini merupakan momen langka dan spesial yang harus dimaknai sebagai modal kebersamaan.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriyah bakal berlangsung dengan waktu yang berdekatan.

Untuk itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, ini merupakan momen langka dan spesial yang harus dimaknai sebagai modal kebersamaan.

"Hari Raya Nyepi umat Hindu tahun baru Saka 1948, hari tahun ini menjadi spesial karena perayaan hari Nyepi dan Idul Fitri itu kan berdekatan dan kita bisa saksikan secara langsung," ujarnya kepada awak media. 

Orang nomor satu itu mengatakan perayaaan Nyepi ini juga sebagai modal bagi umat dan masyarakat di Maluku. 

Dengan tujuan utama yaitu untuk mengendalikan diri dan kebersamaan menjaga hubungan antar Tuhan dan manusia. 

"Kami sebagai kepala daerah Gubernur Maluku, melihat ini sebagai modal dan kekuatan kebersamaan kita sebagai umat beragama di Maluku," katanya menambahkan. 

Baca juga: Wali Kota Imbau Warga Jaga Kedamaian Jelang Tiga HBKN di Kota Ambon 

Baca juga: Kecam Beroperasinya Tambang Sinabar Luhu, Ketua DPRD SBB: Merkuri Sudah Dilarang di Seluruh Dunia

Gubernur berharap perayaan hari Raya Nyepi ini dapat berlangsung dengan aman, damai dan penuh sukacita. 

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Ambon, Doktor Ida Bagus G.Dwibawa mengatakan pelaksanaan festival ini sebagai bentuk pengendalian diri bagi seluruh umat. 

Selain itu, untuk merekatkan perasan sejenak sebagai bentuk introspeksi diri masing-masing umat dan masyarakat di Kota Ambon. 

Dijelaskannya ogoh-ogoh melambangkan kejahatan, ketamakan, keserakahan, sehingga umat harus mengintrospeksi diri dan menahan diri sendiri. 

"Nyepi adalah semua tentang pengendalian diri, sehingga semua harus baik dan terkontrol bukan hanya umat tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia,"katanya. 

Dirinya mengatakan perayaaan festival ini sudah dijadwalkan menjadi agenda rutin tahunan di Kota Ambon. 

Pawai ogoh-ogoh dimulai dari Gong Perdamaian Dunia Ambon menuju Kantor Polda Lama, Batu Meja, berlanjut Urimessing, Trikora, Masjid Raya Al-Fatah, Ay Patty dan kembali ke Gong Perdamaian.

Kegiatan ini berlangsung meriah dan khidmat disaksikan ratusan masyarakat di pusat Kota Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved