Jumat, 5 Juni 2026

Ambon Hari Ini

Menu MBG Dinilai Kurang Variatif, SD Negeri 8 Ambon Minta Evaluasi

SD Negeri 8 Ambon menerima paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kudamati dengan menu yang sama untuk tiga hari ke depan.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
PENYALURAN MBG- Potret menu MBG yang disalurkan ke SD Negeri 8 Ambon oleh SPPD Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Senin (16/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • SD Negeri 8 Ambon menerima paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kudamati dengan menu yang sama untuk tiga hari ke depan.
  • Pihak sekolah menilai komposisi makanan sudah memenuhi unsur gizi, namun kurang variasi sehingga berpotensi menimbulkan kejenuhan bagi siswa.
  • Sekolah dan orang tua berharap ada evaluasi berkala agar kualitas, kebersihan, dan variasi menu MBG lebih baik.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Program pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ambon kembali menjadi sorotan.

Kali ini program tersebut menyasar SD Negeri 8 Ambon di Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe.

Sekolah menerima paket MBG untuk tiga hari ke depan dengan menu yang relatif sama, yakni satu potong ikan, dua potong tempe, satu potong tahu, satu potong ayam, roti meses, bolu kukus, satu buah apel, satu sunkis kecil, serta satu kotak susu Ultra.

Kepala SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (16/3/2026), membenarkan pendistribusian paket MBG dari SPPG Kudamati tersebut.

Menurutnya, komposisi makanan sudah mencakup protein hewani dan nabati serta tambahan buah dan susu.

Baca juga: Mantan Plt. Kepala BPKAD KKT, James Ronald Watumlawar, Diperiksa Terkait Kasus UP3 di Kejati Maluku 

Baca juga: IKAPATTI Disebut Himpun Potensi Dana Hampir Rp2 Miliar Tapi Gedung Belum Tuntas

Namun menu yang sama selama beberapa hari dinilai dapat menimbulkan kejenuhan bagi siswa.

“Kami di sekolah hanya menerima dan membagikan makanan sesuai yang dikirimkan. Untuk tiga hari ke depan memang menunya seperti itu,” ujar Takaria.

Ia mengatakan, secara umum siswa tetap menerima makanan tersebut dengan baik. Meski begitu, sebagian siswa berharap adanya variasi menu.

Takaria menilai program pemenuhan gizi bagi siswa merupakan langkah positif untuk membantu kesehatan dan meningkatkan konsentrasi belajar anak di sekolah.

Namun penyaluran makanan perlu terus diperhatikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Program ini sangat baik untuk membantu anak-anak mendapatkan tambahan gizi. Tetapi kalau menunya lebih bervariasi tentu akan lebih baik agar anak-anak lebih semangat mengonsumsinya,” katanya.

Pihak sekolah berharap adanya evaluasi berkala dari penyelenggara program, baik dari segi kualitas makanan, kebersihan, maupun komposisi gizi.

“Harapannya ada evaluasi rutin agar makanan yang disalurkan benar-benar mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Harapan serupa juga disampaikan para orang tua siswa yang menginginkan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran makanan agar menu yang diberikan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved