Bakar Kampus
7 Fakta di Balik Penikaman Mahasiswa dan Pembakaran Fasilitas di Universitas Pattimura
Konflik di Universitas Pattimura bermula dari rapat mahasiswa yang memanas hingga berujung penikaman terhadap mahasiswa FEB, Datu Huseik Letsoin.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Konflik di Universitas Pattimura bermula dari rapat mahasiswa yang memanas hingga berujung penikaman terhadap mahasiswa FEB, Datu Huseik Letsoin.
- Polisi menetapkan mahasiswa FISIP Moksen Madubun sebagai tersangka penikaman yang terjadi karena salah sasaran saat bentrokan di kawasan Rumah Tiga, Ambon.
- Situasi kampus kembali memanas setelah aksi demonstrasi berujung pembakaran fasilitas FEB, sehingga pihak kampus melaporkan 15 mahasiswa ke polisi dengan kerugian sekitar Rp67 juta.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rangkaian konflik yang terjadi di lingkungan Universitas Pattimura dalam beberapa pekan terakhir memunculkan banyak pertanyaan di publik.
Insiden penikaman mahasiswa yang semula disebut-sebut melibatkan konflik antar organisasi mahasiswa ternyata berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks.
Mulai dari rapat mahasiswa yang memanas, aksi penikaman yang salah sasaran, hingga demonstrasi yang berujung pembakaran fasilitas kampus, seluruh peristiwa itu kini menjadi sorotan aparat penegak hukum dan masyarakat Maluku.
Baca juga: Balap Liar Viral di Saumlaki - Kabupaten Tanimbar, Polisi Datangi Rumah Pelaku tuk Pembinaan
Baca juga: Paman di Maluku Tenggara Jadi Tersangka Kasus Rudapaksa Anak, Polisi Ungkap Kronologi
Berikut tujuh fakta yang terungkap di balik insiden penikaman mahasiswa dan pembakaran fasilitas kampus di Universitas Pattimura.
1.Penikaman Berawal dari Rapat Mahasiswa yang Memanas
Peristiwa berdarah tersebut bermula dari rapat Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura pada 27 Februari 2026.
Rapat yang seharusnya menjadi forum diskusi akademik justru berubah menjadi perdebatan panas antar kelompok mahasiswa.
Situasi kemudian memicu aksi saling pukul di area parkiran Gedung B Fakultas Ekonomi.
Keributan tidak berhenti di dalam kampus. Bentrokan berlanjut hingga ke luar area kampus, tepatnya di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
2.Korban Adalah Mahasiswa FEB Unpatti
Mahasiswa yang menjadi korban penikaman diketahui bernama Datu Huseik Letsoin, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura.
Korban mengalami dua luka tusuk di bagian punggung kiri dan pinggang kiri akibat serangan menggunakan pisau dapur.
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUP Leimena Ambon untuk mendapatkan penanganan medis dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
3.Pelaku Ternyata Teman Korban Sendiri
| 2 Bulan Berlalu Pelaku Pembakaran Kampus Unpatti Belum Ditangkap, Kasus ke Tahap Penyidikan |
|
|---|
| 41 Hari Berlalu, Terduga Pelaku Pembakaran Fasilitas Unpatti Mangkir dari Panggilan Polisi |
|
|---|
| 20 Hari Berlalu, Pelaku Demo HMI Berujung Pembakaran Fasilitas Unpatti Belum Ditangkap |
|
|---|
| 7 Saksi Sudah Diperiksa, 15 Terlapor Kasus Demo HMI di Unpatti Segera Dipanggil Polisi |
|
|---|
| Kasus Demo HMI Bakar dan Rusak Fasilitas Unpatti Berlanjut, 7 Saksi Telah Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bakar-kampus-HMI-brutal.jpg)