Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026 di Ambon, Ini Pesan Bodewin Wattimena
Kegiatan ini digelar oleh Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026, berlangsung di Vihara Swarna Giritirta, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (17/2/2026).
- Dalam momentum perayaan umat Buddha ini Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah membangun kota secara adil dan inklusif untuk seluruh masyarakat.
- Kegiatan ini digelar oleh Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026, berlangsung di Vihara Swarna Giritirta, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (17/2/2026).
Dalam momentum perayaan umat Buddha ini Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah membangun kota secara adil dan inklusif untuk seluruh masyarakat.
Kegiatan ini digelar oleh Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku.
Perayaan Tahun Baru Imlek ini sekaligus pembagian paket sembako kepada anak-anak dari Panti Asuhan Maria Mediatrix dan Panti Asuhan Pelita Kasih.
Wattimena dalam sambutannya mengatakan, kota Ambon adalah daerah yang majemuk beragam suku, agama, ras, dan golongan.
Sehingga menurutnya kebersamaan, saling mengasihi dan menghargai menjadi landasan utama.
Sehingga pemerintah harus menjamin keadilan bagi seluruh warga Kota Ambon.
“Kalau pemerintah sudah memulai dengan adil, maka kehidupan masyarakat pun diharapkan hidup dalam persaudaraan, saling menjaga dan menghargai satu dengan yang lain,” ujarnya.
Baca juga: Tiga Hari Berlalu, Humas Polda Belum Berikan Keterangan Resmi Soal Penahanan GEGP
Baca juga: Bodewin Wattimena Bakal Buka Akses Air Bersih di Gunung Nona, Kota Ambon
Wattimena juga memberikan apresiasi kepada warga Tionghoa dalam momentum Imlek ini.
Dirinya menegaskan keberadaan warga keturunan Tionghoa merupakan bagian utuh dari Kota Ambon.
Hal ini karena kontribusi masyarakat Tionghoa, khususnya di sektor ekonomi, telah mewarnai sejarah dan perkembangan kota.
“Mereka bukan warga asing. Mereka sudah mengisi berbagai bidang kehidupan di kota ini dan turut berkontribusi dalam pembangunan,” tegasnya.
Karena itu, menurut dia, sudah sewajarnya pemerintah memberikan dukungan dan apresiasi terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang digelar komunitas Tionghoa, termasuk umat Buddha di Ambon.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam perayaan Imlek dapat menginspirasi seluruh warga untuk terus menjaga harmoni dan mendukung pembangunan kota.
Selain Imlek, Pemkot Ambon juga memfasilitasi perayaan Natal, festival Jalan Salib, dan dalam waktu dekat Festival Ramadan. (*)
| Seleksi Sekretaris Kota Ambon Berlanjut, 4 Kandidat Paparkan Makalah Inovasi |
|
|---|
| Perebutan Jabatan Sekkot Ambon, Wali Kota: Ini Jabatan Karir ASN Bukan Kontestasi Politik |
|
|---|
| Eks Pasar Gambus Bakal Jadi Parkiran Khusus Truk, Bodewin Wattimena: Penataan Tengah Berjalan |
|
|---|
| Digitalisasi Keuangan Kota Ambon Capai 60 Persen, Tertinggi dari Semua Daerah di Maluku |
|
|---|
| Ekspos Adipura Kota Ambon, Wali Kota: Upayakan Bersih, Hijau dan Asri, Bukan Sekedar Penghargaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Walkot-imlek.jpg)