Minggu, 26 April 2026

Ambon Hari Ini

Bawa Semangat Pela Gandong, IMM Jadikan Moderasi Beragama untuk Ambon Maju

Kegiatan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan upaya strategis untuk menanamkan pemahaman moderasi beragama sebagai pilar keharmonisan sosial. 

Istimewa/Sumber: Rifaldi
GIAT PEMUDA - Ketua Bidang Hikmah & Politik PC IMM Kota Ambon, Ahmad Rifaldi dalam menegaskan bahwa konsep "Hidup Orang Basudara" bukan sekadar slogan, melainkan identitas yang harus diaktualisasikan. Workshop Moderasi Beragama bertajuk “Hidup Orang Basudara: Merajut Damai untuk Ambon Maju”, di salah satu Cafe di kawasan Stain, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (18/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ambon mengambil langkah progresif dalam merawat kemajemukan di Maluku.

IMM menggelar Workshop Moderasi Beragama dengan tajuk yang menyentuh akar budaya lokal: “Hidup Orang Basudara: Merajut Damai untuk Ambon Maju”, di salah satu Cafe di kawasan Stain, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan upaya strategis untuk menanamkan pemahaman moderasi beragama sebagai pilar keharmonisan sosial. 

Baca juga: Kabar Duka, Mantan Bupati SBT, Mukti Keliobas Meninggal Dunia

Baca juga: Malam Jumat, Intel, 5 Pos dan 2 Truk Polisi Siaga di STAIN Ambon

Workshop ini dihadiri oleh puluhan kader IMM serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon.

Ketua Bidang Hikmah & Politik PC IMM Kota Ambon, Ahmad Rifaldi Loilatu, menegaskan bahwa konsep "Hidup Orang Basudara" bukan sekadar slogan, melainkan identitas yang harus diaktualisasikan.

“Melalui workshop ini, IMM ingin menghadirkan ruang edukasi dan dialog yang meneguhkan semangat persaudaraan. Moderasi beragama adalah jalan tengah untuk merajut perdamaian sekaligus mesin penggerak bagi kemajuan Kota Ambon,” tegas Loilatu dalam sambutannya.

Pemerintah Kota Ambon memberikan lampu hijau dan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. 

Penjabat (Pj) Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, yang hadir mewakili Wali Kota, menyebut langkah IMM sebagai aksi nyata dalam menjaga stabilitas sosial.

Menurut Sapulette, sinergi antara kaum intelektual muda dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan suasana kota yang kondusif. 

Ia menilai moderasi beragama yang digaungkan mahasiswa akan sangat membantu program pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di Ambon.

Workshop ini dikemas secara tajam dengan menghadirkan narasumber kompeten yang mengupas tuntas tiga aspek:

 * Perspektif Keagamaan: Penguatan nilai toleransi dan konsep moderasi.

 * Sosial Kemasyarakatan: Implementasi nilai Pela Gandong dan hidup berdampingan.

 * Keamanan: Peran pemuda dalam mendeteksi dini konflik dan menjaga stabilitas.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved