Ambon Hari Ini
Franenno Ruhukail Oplos Solar 5.000 Liter Hanya Dituntut Jaksa di Maluku 6 Bulan Penjara
Dalam pembacaan surat tuntutan itu, JPU menuntut Terdakwa pelaku minyak oplosan dengan tuntutan 6 bulan penjara.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Perkara meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan jenis solar dengan jumlah ribuan liter, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Rian Z. Lopulalan, hanya menuntut terdakwa Franenno Ruhukail alias Oken, 6 Bulan.
Amar tuntutan itu dibacakan dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Martha Maitimu, didampingi Hakim Dedy Lean Sahusilawane, dan Hakim Iqbal Albanna, masing-masing sebagai Hakim anggota, berlangsung di pengadilan negeri ambon pada Rabu (10/12/2025).
Dalam pembacaan surat tuntutan itu, JPU menuntut Terdakwa dengan tuntutan 6 bulan penjara.
Selain itu, terdakwa dituntut dengan denda Rp. 100 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan.
Usai membacakan tuntutan, sidang kemudian ditunda Hakim dengan agenda putusan pada Senin 15 Desember 2025.
Setelah mendengar putusan itu, terdakwa dengan gelaganya keluar dari ruang sidang tanpa menggunakan rompi tahanan dan borgol di tangan.
Dirinya berjalan bebas, seolah tidak melakukan perbuatan apapun seperti terdakwa-terdakwa tindak pidana umum lainnya yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Ambon.
Dilain sisi, entah dengan pertimbangan apa Jaksa Rian Z. Lopulalan menuntut terdakwa Franenno Ruhukail alias Oken hanya enam bulan.
Sebab dalam surat tuntutannya, Jaksa Muda itu tidak membaca dengan detil pertimbangannya. Suara dalam persidangan pun terdengar samar-samar, walaupun ruang persidangan tersebut tertib dan tidak berisik.
Sementara untuk dakwaan, Jaksa itu menjelaskan bahwa terdakwa memiliki peran besar dalam kasus pengoplosan ini.
Bahwa berawal dari saksi Thamrin, saksi Aloysius Londar dan saksi Muhammad Faris Abdullah dan tim yang merupakan anggota dari Ditpolairud Polda Maluku, pada Jumat 8 Agustus 2025 sekitar Pukul 01.00.WIT bertempat di dermaga Pelabuhan Hurnala Desa Tulehu, melaksanakan Penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin.Gas/13/VIII/IPP.1.1/2025/Ditpolairud 5 Agustus 2025.
Selanjutnya saksi Thamrin, saksi Aloysius Londar dan Muhammad Faris Abdullah dan tim Ditpolairud Polda Maluku mencurigai 1 Unit Mobil tangki warna biru putih nomor Polisi DE 8625 QU yang sementara parkir di atas Dermaga Pelabuhan Urnala Tulehu.
Selanjutnya saksi Thamrin, saksi Aloysius Londar dan Muhammad Faris Abdullah dan tim Ditpolairud Polda Maluku, melakukan pemeriksaan terhadap Sopir yang bernama saksi Muhamad Faris Abdulah alias Faris.
Baca juga: Mediasi Kasus Penganiayaan Ibu Hamil di Buru Buntu: Pelaku Tolak Ganti Rugi Rp350 Juta
Baca juga: Dalam 30 Menit, Ratusan Pengendara Langgar Rambu Lalu Lintas di Tanjakan KUA Namlea
Dari data di lapangan, tim Ditpolairud Polda Maluku mendapatkan informasi jika Mobil itu mengangkut BBM jenis solar sebanyak 5 Ton tanpa dilengkapi Dokumen dan Muatan BBM tersebut.
| Polda Maluku Mulai Limpah Berkas Perkara Korupsi Ismail Usemahu dan Cs ke Kejaksaan Tinggi |
|
|---|
| Tak Ditemui Abdullah Vanath, Ricuh Warnai Aksi Demonstrasi GMKI Ambon di Kantor Gubernur Maluku |
|
|---|
| Sebut Mario Tak Terima Uang, Sekkot Bayar Jasa Pengacara Bodewin Wattimena Bukan Pakai Dana Pemkot |
|
|---|
| Haramain Billady Pimpin OJK Maluku, Inklusi Keuangan di Wilayah Kepulauan jadi Harapan |
|
|---|
| Belasan Pamflet Warnai Aksi Demonstrasi GMKI Ambon Soal Transparansi Tambang Gunung Botak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sdfw342.jpg)