Jumat, 15 Mei 2026

Ambon Hari Ini

10 Tahun Berlalu, Pusat Oleh-oleh Ikan Asar Ambon Kini Rusak dan Memprihatinkan

Pantauan TribunAmbon.com menunjukkan area pasar dipenuhi rumput liar, sementara cat pada tiang bangunan telah banyak terkelupas.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
PUSAT IKAN ASAR- Tampak depan pusat oleh-oleh ikan asar (asap) di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, Jumat (28/11/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kondisi pusat oleh-oleh ikan asar (asap) di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, kini memprihatinkan.

Pasar yang diresmikan pada Jumat (16/01/2015) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise itu tampak tidak terawat.

Pantauan TribunAmbon.com menunjukkan area pasar dipenuhi rumput liar, sementara cat pada tiang bangunan telah banyak terkelupas.

Baca juga: Gelar Banda Heritage Festival, BPK Wilayah XX Maluku Terima HAKI Mars dan Maskot Toma

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Luncurkan Minyak Atsiri Duskar Wangi Bersertifikasi BPOM

Beberapa fasilitas, seperti wastafel kaca, tampak berlumut, dan sejumlah lapak jualan dibiarkan terbengkalai.

Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan berjualan di lokasi tersebut.

Stella Sopacua, salah satu pedagang, menyampaikan keresahannya terkait minimnya infrastruktur pendukung.

Ia menyebut fasilitas seperti toilet, keran air bersih, lampu penerangan, penutup atap pasar, hingga perawatan rutin tidak tersedia sejak pasar tersebut diresmikan.

“Kami mungkin mintanya dibuatkan toilet, air bersih, dan atap di pasar, karena itu yang tidak ada dari buat resmikan sampai sekarang,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Ia juga menuturkan sejumlah lapak mengalami kerusakan karena tidak ada lagi penerus pemilik sebelumnya atau karena pedagang tak memiliki modal untuk memperbaikinya.

Para pedagang bahkan menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki atap yang rusak.

Akibatnya, jumlah pedagang terus menyusut. Dari sebelumnya 12 pedagang, kini hanya tersisa 4 orang.

“Kebanyakan rusak ini karena tidak adanya penerus lagi karena sudah meninggal dunia, jadi tidak ada yang rawat. Ada juga yang tidak punya modal lagi. Jadi sebelumnya 12 orang, sekarang tinggal 4 orang saja,” tambahnya.

Meski penuh keterbatasan, Sopacua tetap bersyukur atas keberadaan pasar tersebut.

“Katong bersyukur tempat ini katong miliki dari pemerintah. Hanya bayar pajak. Tempat losnya sudah layak menggunakan beton, dan untuk penjualannya kami modal pribadi,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved