Ambon Hari Ini
Luruskan Pernyataan, Bodewin Wattimena :Tak Ada Unsur Menyinggung Tetapi Ajakan Jaga Kota
Bentrok yang pertama kali terjadi pada Rabu (26/11/2025), dilaporkan kembali berlanjut pada kamis (27/11/2025.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, meluruskan pernyataannya menyikapi bentrok antar pemuda di kawasan pertigaan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) AM Sangadji hingga jembatan jodoh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Bentrok pertama kali terjadi, Rabu (26/11/2025), dilaporkan kembali berlanjut pada kamis (27/11/2025.
Akibat dari kejadian ini menimbulkan kerugian materil hingga menimbulkan keresahan masyarakat.
Mengetahui insiden itu, Wali Kota mengeluarkan pernyataan “Kalau tidak bisa menjaga perbedaan, pulang kampung,".
Pernyataan tegas pimpinan Kota Ambon itu dikemudian disalahartikan.
Baca juga: Pasca Bentrok Pemuda di Kawasan UIN AM Sangadji - Ambon, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi
Menyikapi hal itu, Wali Kota dalam postingan video di laman Facebook pribadi, yang diunggah Kamis (27/11/25) menegaskan bahwa ungkapan tersebut disampaikan dalam konteks mengajak seluruh warga menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan
Upaya itu menjadi tanggung jawab bersama.
Video pernyataan itu telah ditonton 164.150 kali, dan dibagikan sebanyak 301 kali dengan like sebanyak 8.450, dan dikomentari sebanyak 1.419.
"Pernyataan saya yang mengatakan bahwa kalau tidak bisa menjaga perbedaan, pulang kampung, Dimaksudkan bahwa ada tanggung jawab bersama kita untuk menjaga kota Ambon yang kita cintai. Selama ini pemerintah kota berupaya bagaimana kita bisa membangun hidup bersama di kota Ambon,”ujarnya.
Wattimena juga menjelaskan terkait tindakan kriminalitas harus diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Sebagai orang yang tinggal di Ambon, tugas kita semua adalah menjaga kota ini supaya tetap aman, tetap damai sehingga semua bisa beraktivitas dengan baik,"tambahnya.
Baca juga: 7 Hari Pencarian 11 Nelayan Hilang di Laut Banda Hasilnya Nihil, Operasi SAR Dihentikan Sementara
Baca juga: 7 Hari Pencarian 11 Nelayan Hilang di Laut Banda Hasilnya Nihil, Operasi SAR Dihentikan Sementara
Wattimena pun memastikan bahwa tidak ada sedikit pun maksud untuk menyinggung kelompok, suku, maupun golongan tertentu dalam pernyataannya itu.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai kepala daerah adalah menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Ambon tanpa terkecuali.
“Tanggung jawab saya sebagai Wali Kota adalah menjamin seluruh orang yang tinggal di Ambon untuk merasa nyaman hidupnya. Oleh karena itu saya berharap kita semua bisa hidup bersama, saling menghargai, saling menjaga,” tungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bode-klarif.jpg)