Ambon Hari Ini
KPN Passo Bantah Layanan Terlambat: Kerja Komputer Lambat
Bahkan balik menuding Waty yang merupakan seorang wartawan di salah satu media lokal yang melaporkan insiden tersebut bersikap arogan.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Simona juga menyebut, berdasarkan keterangan mahasiswa KKN, Waty hanya datang lalu merekam suasana di sekitar kantor, namun tidak masuk ke dalam.
Mengenai insiden cekcok yang terjadi setelahnya, Simona Tomaluweng membantah pernyataan Waty bahwa dirinya bersikap arogan.
Ia menyebut justru Waty yang bersikap menantang dan arogan.
"Terkait pernyataan bahwa saya arogan itu tidak benar, karena pada saat Waty kembali ke kantor Desa saya menemuinya. Saya tanyakan secara baik-baik, lalu saya mengarahkan dia untuk duduk sebentar karena antrean cukup panjang," ujar Simona.
Simona mengaku menanyakan status Waty sebagai pelapor video ke Wali Kota dengan nada bertanya.
Namun, tanggapan Waty dianggap memicu ketegangan.
"Saya bilang, saya minta maaf, ibu yang mengirim video ke Pak Wali, saya tanya dengan nada tanya, tidak ada sikap angkuh," ujar Sekdes.
Lalu ibu Waty menjawab; 'Iya barang ada masalah' langsung semua mata di ruangan itu tertuju padanya," tutur Simona.
Sekdes kemudian membalas, "Ibu tidak masalah, siapapun dia punya hak untuk melakukan hal itu, cuma ibu punya cara jangan seperti itu, artinya kalau ibu tadi ambil video, ibu kan tidak masuk ke dalam kantor. Kita semua cari nafkah."
Bahkan, Simona menyebut Waty balik menantangnya untuk menelepon Wali Kota.
"Malah saya di tantang balik oleh Waty yang mau menelpon Wali Kota. Untuk menghindari keributan saya lalu pergi masuk ke ruangan lain," tutup Sekdes.
Sekdes Negeri Passo menegaskan bahwa mereka adalah pelayan masyarakat dan tahu bagaimana harus bersikap, dan menolak label arogan yang dialamatkan kepada mereka. (*)
| Isu Dugaan Penyalahgunaan Dana Rp50 Juta Mencuat di Konfercab GMKI Ambon |
|
|---|
| Fikram Faraid Polisikan Pelaku Penyerobotan Lahan Samping Makam Anak Cucu |
|
|---|
| Dugaan Penggelapan Tanah Rp767 Juta Masih Bergulir di Polresta Ambon |
|
|---|
| Siswa SMA di Ambon 2 Kali Dianiaya, Ibu Korban Minta Polisi Bertindak Tegas |
|
|---|
| Warga Benteng Atas Ambon Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Sbdisk.jpg)