Ambon Hari Ini
KPN Passo Bantah Layanan Terlambat: Kerja Komputer Lambat
Bahkan balik menuding Waty yang merupakan seorang wartawan di salah satu media lokal yang melaporkan insiden tersebut bersikap arogan.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Setelah Kantor Negeri Passo menjadi sorotan publik akibat belum beroperasi saat jam pelayanan, Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Passo dan Sekretaris Negeri (Sekdes) memberikan bantahan keras.
Mereka membantah tudingan keterlambatan layanan.
Bahkan balik menuding Waty yang merupakan seorang wartawan di salah satu media lokal yang melaporkan insiden tersebut bersikap arogan.
KPN Passo: Bukan Terlambat, Tapi Menunggu Komputer Loading
Penjabat KPN Passo, Ivan Erick Pattinama, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, membantah keras adanya keterlambatan pelayanan publik pada Rabu pagi (15/10/2025).
Menurutnya, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman teknis.
Ivan menjelaskan bahwa saat itu sudah ada tiga orang pegawai di dalam kantor, dan pintu depan memang sengaja tidak langsung dibuka.
"Pintu depan memang tertutup namun tidak dikunci. Komponen komputer yang kami miliki sudah lama kinerjanya juga lambat," ujar Ivan saat dihubungi TribunAmbon.com, Rabu (15/10/2025).
Baca juga: Telkomsel Hadirkan Pattimura Sinergy Street Fest di Kota Ambon: Ragam Aktivitas UMKM dan Komunitas
Baca juga: Chord Gitar Kisah Cinta Kita - Refita Mega: Kau Ingkari Semua Janji, Janji Tulus dari Hati
Ia menyebutkan bahwa prosedur standar di kantornya adalah menyalakan komputer terlebih dahulu.
Ketika komputer sudah beroperasi normal barulah pintu dibuka.
"Karena pernah pengalaman, saat komputer belum beroperasi baik pelayanan terhambat yang mengakibatkan warga protes. Jadi tidak ada keterlambatan pelayanan publik tadi pagi, yang terjadi hanya kesalahpahaman teknis," tegas Ivan Pattinama.
Senada dengan KPN, Sekretaris Negeri (Sekdes) Passo, Simona Tomaluweng, memberikan klarifikasi terkait situasi di depan kantor dan insiden perdebatan dengan Waty.
Saat dihubungi TribunAmbon.com, Simona menjelaskan, kerumunan di depan kantor saat itu bukan warga yang terlantar hendak mengurus dokumen, melainkan mahasiswa Unpatti yang sedang KKN.
"Itu bukan mahasiswa yang mau pengurusan, tetapi itu mahasiswa Unpatti yang sementara KKN di Kantor Desa Passo," jelas Simona.
Ia menambahkan, jika Waty hendak mengurus, seharusnya mahasiswa KKN sudah dapat melayani karena bertugas membantu.
| Isu Dugaan Penyalahgunaan Dana Rp50 Juta Mencuat di Konfercab GMKI Ambon |
|
|---|
| Fikram Faraid Polisikan Pelaku Penyerobotan Lahan Samping Makam Anak Cucu |
|
|---|
| Dugaan Penggelapan Tanah Rp767 Juta Masih Bergulir di Polresta Ambon |
|
|---|
| Siswa SMA di Ambon 2 Kali Dianiaya, Ibu Korban Minta Polisi Bertindak Tegas |
|
|---|
| Warga Benteng Atas Ambon Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Sbdisk.jpg)