Minggu, 3 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Densus 88 Gandeng Tokoh Agama dan Eks JI, Buat Program Edukatif yang Sehat di Masyarakat

Iptu Irawan Rumasoreng, dalam sambutannya berikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang telah hadir

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Polda Maluku
DENSUS 88- Keguatan ini digelar oleh Satgaswil Maluku Densus 88 dengan tema “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah” berlangsung di Hotel Manise, Kota Ambon, Selasa (14/10/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kepolisian Republik Indonesia melalui Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) AT Polri gandeng tokoh agama di Kota Ambon melakukan program edukatif untuk membangun kesadaran kolektif pentingnya ideologi sehat dan moderat di tengah masyarakat.

Keguatan ini digelar oleh Satgaswil Maluku Densus 88 dengan tema “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah” berlangsung di Hotel Manise, Kota Ambon, Selasa (14/10/2025). 

Hadir dalam acara ini Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. DR. KH. Abdullah Latuapo,M.Ag, perwakilan Densus 88 dari Jakarta, serta para mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang sekarang sudah aktif dalam gerakan rekonsiliasi dan moderasi melalui wadah Rumah Wasathiyah.

Baca juga: Ditpamobvit Jamin Keamanan Objek Vital, Ini Kunci Agar Wisatawan Betah di Maluku

Baca juga: Setelah Kritis 10 Hari, Joseph Sirken Meninggal Akibat Pukulan Pipa Besi Saudara Kandung

Perwakilan Satgaswil Maluku Densus 88, Iptu Irawan Rumasoreng, dalam sambutannya berikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang telah hadir pada kegiatan ini. 

“Transformasi ideologi bukan hanya tentang meninggalkan paham radikal, tapi juga membangun kesadaran baru bahwa Islam rahmatan lil alamin adalah kekuatan utama bangsa ini. Pertemuan ini kami harapkan menjadi titik balik untuk membangun ruang dialog yang sehat antara negara dan umat,” ujarnya. 

Selain itu, Ia juga menambahkan perlu adanya inisiatif seperti Rumah Wasathiyah untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. 

Sehingga hal ini mendapatkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil. 

Disisi lain, Ketua MUI Provinsi Maluku KH. Abdullah Latuapo yang menegaskan proses menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Transformasi ideologi, disebutnya harus menjadi gerakan bersama untuk menolak ekstremisme dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Para pendiri bangsa kita telah berjuang untuk kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah merawatnya dengan menjaga persatuan dan menolak segala bentuk paham yang memecah belah,” tungkasnya. 

Dalam acara ini ada juga pemaparan dari Ustaz Wiji Joko Santoso, mantan tokoh sentral Jemaah Islamiyah (JI) yang kini menjadi penggerak Rumah Wasathiyah.

Pemaparan terkait proses panjang perubahan ideologis kelompoknya yang telah resmi dideklarasikan pada 30 Juni 2024.

“Tahun 2025 adalah tahun kedua sejak kami mendeklarasikan transformasi JI. Kami tegaskan kembali komitmen kami untuk menutup lembaran lama dan membangun masa depan baru bersama negara,” tuturnya. 

Ia menjelaskan bahwa Rumah Wasathiyah kini menjadi wadah integrasi sosial bagi mantan anggota JI dengan pendekatan damai dan intelektual.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved