Rabu, 20 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Tak Diizinkan Masuk, Pedemo Bakar Ban Hingga Ricuh di Kantor Gubernur Maluku

Kericuhan ini berawal saat massa aksi tidak diizinkan masuk ke area kantor Gubernur Maluku dengan tidak dibukanya gerbang masuk. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
AKSI DEMONSTRASI- Tampak masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Pulau Buru saat melakukan aksi demonstrasi terkait transparansi pengelolaan tambang emas gunung botak di Pulau Buru, aksi ini berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (19/5/2026). 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa asal Pulau Buru di depan Kantor Gubernur Maluku berakhir ricuh, Selasa (19/5/2026). 

Kericuhan ini berawal saat massa aksi tidak diizinkan masuk ke area kantor Gubernur Maluku dengan tidak dibukanya gerbang masuk. 

Selain itu, karena ketidakhadiran unsur pimpinan, baik  Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa maupun Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. 

Pantauan TribunAmbon.com, terlihat masa aksi saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong (Praja Satpol-PP) yang mengawal. 

Meski sempat memanas, massa akhirnya tetap tertahan di depan gerbang sambil melanjutkan orasi secara bergantian.

Baca juga: Raja dan Ketua Saniri Negeri Suli Dilaporkan Kasus Penipuan Penerbitan SKT, Korban Rugi Rp9 Juta

Baca juga: Jejak Perselingkuhan Kabag Umum SBT Terendus dari Hotel, Istri Gerebek di Kontrakan

Koordinator Lapangan (Korlap II), Arto Nurlatu bersama masa aksi mengungkapkan kekecewaan mereka karena tidak diberikan kesempatan bertemu dengan unsur pimpinan Maluku itu. 

Kekecewaan ini diungkapkan terkhusus bagi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. 

"Kami sangat kecewa terhadap pemerintah provinsi Maluku, terutama gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang telah meninggalkan kami dan menghadang kami dengan keberadaan aparat kepolisian dan Satpol-PP untuk melakukan tindakan anarkis terhadap kami," tegasnya.

Aksi ini berlangsung hingga ke depan kantor gubernur Maluku, dan diwarnai dengan pembakaran ban dan kayu. 

Asap hitam pun membumbung tinggi hingga menutupi depan kantor pemerintahan itu. 

Aksi ini pun terbendung saat masa aksi mencoba menerobos masuk ke area kantor Gubernur namun tetap dihadang aparat keamanan. 

Aksi demonstrasi yang dilakukan menyoal tambang emas gunung botak di Kabupaten Buru, Maluku. 

Mereka transparansi dari pemerintah provinsi Maluku terkait penutupan tambang gunung botak yang dilakukan bersama satgas (satuan tugas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH). 

Masa aksi juga meminta agar pengelolaan tambang dikembalikan kepada masyarakat adat dan pemilik hak ulayat di kawasan tersebut.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved