Ambon Hari Ini
Tak Diizinkan Masuk, Pedemo Bakar Ban Hingga Ricuh di Kantor Gubernur Maluku
Kericuhan ini berawal saat massa aksi tidak diizinkan masuk ke area kantor Gubernur Maluku dengan tidak dibukanya gerbang masuk.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa asal Pulau Buru di depan Kantor Gubernur Maluku berakhir ricuh, Selasa (19/5/2026).
- Kericuhan ini berawal saat massa aksi tidak diizinkan masuk ke area kantor Gubernur Maluku dengan tidak dibukanya gerbang masuk.
- Selain itu, ketidakhadiran unsur pimpinan baik itu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa maupun Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa asal Pulau Buru di depan Kantor Gubernur Maluku berakhir ricuh, Selasa (19/5/2026).
Kericuhan ini berawal saat massa aksi tidak diizinkan masuk ke area kantor Gubernur Maluku dengan tidak dibukanya gerbang masuk.
Selain itu, karena ketidakhadiran unsur pimpinan, baik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa maupun Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.
Pantauan TribunAmbon.com, terlihat masa aksi saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong (Praja Satpol-PP) yang mengawal.
Meski sempat memanas, massa akhirnya tetap tertahan di depan gerbang sambil melanjutkan orasi secara bergantian.
Baca juga: Raja dan Ketua Saniri Negeri Suli Dilaporkan Kasus Penipuan Penerbitan SKT, Korban Rugi Rp9 Juta
Baca juga: Jejak Perselingkuhan Kabag Umum SBT Terendus dari Hotel, Istri Gerebek di Kontrakan
Koordinator Lapangan (Korlap II), Arto Nurlatu bersama masa aksi mengungkapkan kekecewaan mereka karena tidak diberikan kesempatan bertemu dengan unsur pimpinan Maluku itu.
Kekecewaan ini diungkapkan terkhusus bagi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.
"Kami sangat kecewa terhadap pemerintah provinsi Maluku, terutama gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang telah meninggalkan kami dan menghadang kami dengan keberadaan aparat kepolisian dan Satpol-PP untuk melakukan tindakan anarkis terhadap kami," tegasnya.
Aksi ini berlangsung hingga ke depan kantor gubernur Maluku, dan diwarnai dengan pembakaran ban dan kayu.
Asap hitam pun membumbung tinggi hingga menutupi depan kantor pemerintahan itu.
Aksi ini pun terbendung saat masa aksi mencoba menerobos masuk ke area kantor Gubernur namun tetap dihadang aparat keamanan.
Aksi demonstrasi yang dilakukan menyoal tambang emas gunung botak di Kabupaten Buru, Maluku.
Mereka transparansi dari pemerintah provinsi Maluku terkait penutupan tambang gunung botak yang dilakukan bersama satgas (satuan tugas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Masa aksi juga meminta agar pengelolaan tambang dikembalikan kepada masyarakat adat dan pemilik hak ulayat di kawasan tersebut.
| Putusan PTUN Belum Dijalankan, Reno Rehatta Harap Wali Kota Tuntaskan Sengketa Raja Negeri Soya |
|
|---|
| Ditangkap Warga Usai Bobol Rumah di Laha, Pria di Ambon Ternyata Sudah Berulang Kali Mencuri |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Dekat Mr DIY Hunut Ambon, Pengendara Suzuki Nex Meninggal Dunia Usai Dirawat |
|
|---|
| Totebag Berisi Dokumen Penting Hilang di MCM Ambon, Nana Ohorella Harap Dikembalikan |
|
|---|
| Status SIPP Berubah Tiba-tiba, Ahli Waris Izak Soplanit Soroti Dugaan Kejanggalan di PN Ambon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/demo-ricuh-gub.jpg)