Ambon Hari Ini
Diduga Depresi Usai Ditegur Soal Asusila dan Ancaman Dipolisikan, Pria 67 Tahun Lompat dari JMP
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, dengan dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya usai ditegur kasus Asusila.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Seorang pria lansia berinisial FJ (67) ditemukan meninggal dunia usai diduga melompat dari Jembatan Merah Putih, Ambon.
- Korban ditemukan nelayan setelah terdengar suara benturan di air dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
- Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, dengan dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya usai ditegur kasus Asusila.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang pria berusia 67 tahun berinisal FJ diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Merah Putih, Senin (27/4/2026) malam.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda. Janet Luhukay mengungkapkan, dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya berkaitan dengan tekanan yang dialaminya sesaat sebelum kejadian.
“Dugaan sementara korban mengalami tekanan atau depresi sebelum kejadian. Hal ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Ipda Janet.
Baca juga: Lompat dari Jembatan Merah Putih Ambon, Pria 67 Tahun Ditemukan Tewas
Baca juga: Seleksi Sekot Ambon Menuju Tiga Besar, Ini Harapan Wali Kota
Kasi Humas menjelaskan, beberapa jam sebelum peristiwa terjadi, korban sempat ditegur oleh pemilik kos terkait dugaan perbuatan asusila terhadap seorang anak.
Pemilik kos, LT (71), mengaku mendatangi korban sekitar pukul 18.05 WIT setelah menerima pengakuan dari keponakannya yang masih berusia 9 tahun.
Dalam teguran itu, korban disebut akan dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan perbuatannya.
“Benar, ada informasi bahwa korban sempat ditegur terkait dugaan asusila terhadap anak dan itu menjadi salah satu hal yang sedang kami dalami sebagai kemungkinan pemicu,” kata Ipda Janet.
Tak lama berselang, sekitar pukul 19.30 WIT, korban diduga melompat dari jembatan ke laut.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa motif pasti masih dalam penyelidikan, termasuk keterkaitan antara dugaan kasus pelecehan dengan keputusan korban mengakhiri hidupnya.
“Semua informasi masih kami dalami untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” tegas Ipda Janet.
Saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga.
Peristiwa ini mengandung isu sensitif. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria lanjut usia berinisial FJ (67) ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari Jembatan Merah Putih ke perairan Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (27/4/2026) malam.
| Film Pesta Babi Picu Diskusi Panas di Ambon, Warga Soroti TNI, Sawit, hingga Perampasan Hutan Adat |
|
|---|
| Sidang Dugaan Pemalsuan Tanah Eks Hotel Anggrek Memanas, Saniri Soya Bongkar Kejanggalan Dokumen |
|
|---|
| Nobar Film Pesta Babi di Ambon Membludak, Cypri Dale Soroti Kolonialisme Modern di Papua |
|
|---|
| Harga Oli di Kota Ambon Naik 12 Persen: Distribusi hingga Permintaan Tetap Normal |
|
|---|
| Retribusi Parkir Apung Hanya Rp.1 Juta Sebulan, Ini Bakal Jadi Solusi Pemkot Ambon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Prakiraan-67-di-jmp.jpg)