Rabu, 22 April 2026

Pemkot Ambon

Digitalisasi Keuangan Kota Ambon Capai 60 Persen, Tertinggi dari Semua Daerah di Maluku

Nantinya sistem pembayaran ini akan ditempatkan pada tiga ruang terbuka publik (RTP) di Kota Ambon yakni Amahusu, Air Salobar dan Wainitu.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
DIGITALISASI KEUANGAN- Potret Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena usai diwawancarai terkait digitalisasi keuangan kota Ambon dalam acara Salam Fest X Moluccas Digifest, di Taman Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kota Ambon menjadi daerah di Provinsi Maluku dengan digitalisasi keuangan mencapai 60 persen. 
  • Hal ini dibenarkan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai menghadiri acara Salam Fest X Moluccas Digifest, di Taman Pattimura, Kota Ambon, Kamis (16/4/2026). 
  • Dalam kegiatan ini juga berlangsung peluncuran pembayaran digital dari Bank Indonesia kepada Pemkot Ambon.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kota Ambon menjadi daerah di Provinsi Maluku dengan digitalisasi keuangan mencapai 60 persen. 

Hal ini dibenarkan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai menghadiri acara Salam Fest X Moluccas Digifest, di Taman Pattimura, Kota Ambon, Kamis (16/4/2026). 

Dalam kegiatan ini juga berlangsung peluncuran pembayaran digital dari Bank Indonesia kepada Pemkot Ambon

Nantinya sistem pembayaran ini akan ditempatkan pada tiga ruang terbuka publik (RTP) di Kota Ambon yakni Amahusu, Air Salobar dan Wainitu. 

“Digitalisasi keuangan di Kota Ambon berada di angka 60 persen lebih. Artinya, Ambon memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi perkembangan ekonomi digital dan literasi di Maluku,” ujarnya.

Baca juga: 11 Permintaan Diajukan ke PTPN oleh Pemerintah Negeri Tananahu di Malteng, Simak Isinya

Baca juga: Dukung Investasi, Pemneg Tananu di Teluk Elpaputih Minta Lindungi Hak Masyarakat Adat

Wali Kota mengatakan kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap sektor keuangan riil. 

Dengan Fokus utama untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di berbagai sektor. 

Selain itu, penyesuaian ini untuk menciptakan inklusi dan literasi digital keuangan di masyarakat Kota Ambon. 

Orang nomor satu Kota Ambon itu mendukung pengembangan ekonomi syariah. Mengingat kota Ambon telah menyandang sebutan Kota Ambon 

Menurutnya, literasi mengenai perbankan syariah menjadi sangat krusial untuk menghidupkan ekosistem tersebut.

“Literasi khususnya untuk bank syariah ini penting untuk kita hidupkan di Kota Ambon, apalagi Ambon sudah dicanangkan sebagai Kota Wakaf. Ekonomi syariah akan sangat mendukung hal itu,” tandasnya. 

Lebih lanjut Pemkot Ambon saat ini tengah berkomitmen untuk terus menghidupkan ekosistem UMKM melalui teknologi. 

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat beradaptasi dan mengenal lebih jauh dalam penggunaan digitalisasi keuangan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved