Siswi Terlindas Truk TNI
Siswi SMP di Ambon Dilindas Truk TNI Bermuatan Casis, 41 Hari Menderita di Rumah Sakit
Siswi SMP di Ambon SKP (14) mengalami luka berat setelah terlindas truk TNI dalam kecelakaan, dan hingga 41 hari masih menjalani perawatan intensif.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Siswi SMP di Ambon berinisial SKP (14) mengalami luka berat setelah terlindas truk TNI dalam kecelakaan, dan hingga 41 hari masih menjalani perawatan intensif.
- Keluarga korban mengaku terpukul, menilai bantuan belum sebanding, serta berharap ada tanggung jawab jangka panjang untuk pengobatan, rehabilitasi, dan pendidikan korban.
- Pihak Kodam XV Pattimura membantah tabrak lari dan menyatakan siap menanggung biaya pengobatan, sementara perbedaan narasi memicu sorotan publik soal keadilan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Nasib tragis dialami seorang siswi kelas IX SMP Negeri 6 Ambon berinisial SKP (14).
Sudah 41 hari sejak insiden kecelakaan yang melibatkan truk TNI bermuatan calon siswa (casis), remaja tersebut masih terbaring lemah di rumah sakit setelah menjalani serangkaian operasi besar.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tepat di depan Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Maluku.
Saat itu, SKP dalam perjalanan pulang usai mengikuti les, menggunakan jasa ojek daring yang dikemudikan Jhon Soumury.
Baca juga: KPU dan Bawaslu RI Rapat Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Malteng
Baca juga: Kapolsek Nusaniwe Mangente Sekolah, Tekan Disiplin dan Anti Tawuran Pelajar di Ambon
Kondisi lalu lintas sore hari terpantau padat merayap, terutama di titik putar balik depan kantor Dispar Maluku.
Berdasarkan rekaman CCTV, truk terakhir dalam rombongan konvoi TNI tampak menyerempet sepeda motor yang ditumpangi korban.
Benturan itu membuat pengemudi dan korban terjatuh. Namun nahas, truk tidak berhenti dan justru melindas tubuh korban.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera memberikan pertolongan.
SKP kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani operasi pada 7 Maret, dan selanjutnya menjalani perawatan intensif di RSUP Leimena.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami pendarahan hebat pada organ hati, cedera serius pada panggul, serta patah pada pangkal paha.
Hingga kini, ia telah menjalani tiga kali operasi besar dan masih membutuhkan perawatan lanjutan.
Tanda Tangan Damai di Tengah Kondisi Terpukul
Ayah korban, Weyber Pagaya (38), mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Pomdam XV Pattimura.
Namun, ia kemudian menandatangani surat pernyataan damai bersama pengemudi truk, Serda Sulaiman Laitupa.
| Prakiraan Cuaca di Maluku Rabu 15 April 2026: Hampir Semua Wilayah Cerah dan Berawan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Ambon 15 April 2026: Sepanjang Hari Cerah dan Berawan |
|
|---|
| Mantan Ibu Bhayangkari di Ambon Ngaku Dirudapaksa Oknum Polisi, Hendra Minta Keadilan |
|
|---|
| Desak Transparansi Kasus Oknum Polisi di Ambon: Hendra Sebut Hukum Harus Berlaku Sama |
|
|---|
| Maxim Ambon: Cerita di Balik Strategi Tembus Jalan Sempit hingga Dorong Ekonomi Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Siswi-Terlindas-Mobil-TNI.jpg)