Pemkot Ambon
Bodewin Wattimena Sebut Angka Kemiskinan di Ambon Turun 4,34 Persen
Selain angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar 4,87 persen.
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut angka kemiskinan berhasil turun secara signifikan dari 5,13 persen (2024) menjadi 4,34 persen.
- Selain angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar 4,87 persen.
- Kemudian kualitas hidup masyarakat mengalami peningkatan melalui indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 83,37 menjadi 83,97, kemajuan terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut angka kemiskinan berhasil turun secara signifikan dari 5,13 persen (2024) menjadi 4,34 persen.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Ambon Tahun 2027, di lantai VII Hotel Kamari, Kota Ambon, Maluku pada Kamis (09/04/2026).
Selain angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar 4,87 persen.
Kemudian kualitas hidup masyarakat mengalami peningkatan melalui indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 83,37 menjadi 83,97, kemajuan terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Namun, Bodewin mengingatkan bahwa kesenjangan masih ada dan kondisi ekonomi masyarakat rentan berubah.
Orang nomor satu Kota Ambon itu menegaskan kebijakan yang dihasilkan harus tepat sasaran agar kemiskinan bisa terus ditekan.
Di sisi lain, Wattimena juga mengakui adanya tantangan seperti ruang fiskal yang semakin terbatas dan pendapatan daerah tidak selaras dengan cepatnya kebutuhan belanja.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara konvensional. Diperlukan inovasi, kreativitas, dan langkah-langkah luar biasa,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Ambon Buka Musrenbang RKPD 2027, Ini 3 Fokus Utamanya
Baca juga: Muluskan Program Listriknisasi, Prabowo Rencana Bangun Pabrik Mobil Sedan Berbasis Listrik
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mendorong pembangunan dengan melibatkan pihak ketiga dan skema investasi yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam sambutan pembukaannya, Wali Kota menegaskan forum ini sebagai fondasi utama untuk menentukan arah pembangunan kota ke depannya.
Menjadi titik awal perencanaan program kerja untuk tahun 2026 mendatang.
“Musrenbang ini adalah titik awal kita merancang seluruh program kerja untuk tahun 2027. Keberhasilan atau bahkan kegagalan pembangunan nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana kita memproses dan merumuskan rencana di sini hari ini,” tegasnya.
Ditegaskannya, pembangunan tahun depan juga akan difokuskan pada penguatan ekonomi lokal, perluasan lapangan kerja, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pengembangan UMKM, serta perhatian khusus bagi penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan Wali Kota mengajak seluruh pihak berperan aktif dalam proses pembangunan, terutama di perumahan dan infrastruktur. (*)
| Maraknya Tawuran Pelajar, Wali Kota Ambon Bakal Panggil Kepala Sekolah yang Siswanya Terlibat |
|
|---|
| Kolaborasi Pemerintah dan Akademik, Wali Kota: Perkuat Sistem Hukum Dengan Nilai Keadilan |
|
|---|
| Seleksi Sekretaris Kota Ambon Berlanjut, 4 Kandidat Paparkan Makalah Inovasi |
|
|---|
| Perebutan Jabatan Sekkot Ambon, Wali Kota: Ini Jabatan Karir ASN Bukan Kontestasi Politik |
|
|---|
| Digitalisasi Keuangan Kota Ambon Capai 60 Persen, Tertinggi dari Semua Daerah di Maluku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ilustrasi-Kemiskinan.jpg)