SMA Negeri 1 Ambon
Ramadan Vibes di SMA Negeri 1 Ambon, Ratusan Siswa Buka Puasa Bersama
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIT tersebut diawali dengan tausiyah Ramadan sebelum para siswa dan
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ratusan siswa dan guru mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di SMA Negeri 1 Ambon, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIT tersebut diawali dengan tausiyah Ramadan sebelum para siswa dan guru berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Buka puasa bersama tahun ini mengusung tema “Ramadan Vibes: Together in Faith, United Brotherhood” atau “Bersama dalam Iman, Persaudaraan yang Bersatu”, dengan subtema “Melangkah bersama dalam keimanan untuk mewujudkan generasi yang berakhlak dan berjiwa sosial.”
Kegiatan ini dihadiri ratusan siswa serta para guru yang memadati lokasi acara, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah, Elonamayo Laturiuw menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan agenda tahunan yang diprakarsai oleh OSIS sekolah.
Menurutnya, tahun ini panitia memilih hari Sabtu agar para siswa memiliki waktu lebih leluasa untuk mempersiapkan kegiatan dengan baik.
Baca juga: World Hearing Day, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikuti Skrining Pendengaran
Baca juga: Update! Jadwal KM Ciremai 8 Maret - 8 April 2026: Rute Makassar, Bau Bau, Namlea, Ambon, Sorong
“Buka puasa bersama di SMA Negeri 1 Ambon adalah kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh OSIS. Untuk tahun ini kami memilih hari Sabtu karena merupakan hari terakhir aktivitas sekolah sehingga anak-anak tidak terlalu banyak kesibukan dan bisa mempersiapkan kegiatan dengan baik,” jelasnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Sabtu (7/3/2026).
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa beragama Islam, tetapi juga siswa dari berbagai latar belakang agama lainnya.
Hal tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat nilai solidaritas serta toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
“Panitia kegiatan bukan hanya siswa beragama Muslim, tetapi juga melibatkan siswa non-Muslim. Tujuannya agar anak-anak belajar menjaga solidaritas serta toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Laturiuw menambahkan, momentum Ramadan juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
Menurutnya, puasa tidak hanya mengajarkan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta rasa syukur.
“Kita melatih kesabaran, kedisiplinan, dan juga rasa syukur. Hari ini kita boleh bersama-sama bersilaturahmi dalam keadaan sehat walafiat sehingga kegiatan buka puasa bersama ini memberi makna bagi kita semua,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan dampak positif bagi siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Berbuka-Smansa.jpg)