Sekolahan
528 Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Ambon Doa Bersama Persiapan Hadapi Ujian
Total 528 siswa yang akan menghadapi rangkaian ujian tersebut terlibat dalam kegiatan doa yang digelar secara serentak di beberapa lokasi
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Ia juga mengapresiasi kesiapan para siswa dalam menghadapi ujian praktek.
“Saya melihat persiapan yang dilakukan siswa bersama guru pendamping masing-masing tidak asal-asalan. Mereka benar-benar sudah siap dan ingin tampil terbaik. Harapan kami semua persiapan ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Pendeta J. Tehuayo memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak memandang ujian sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari proses kehidupan menuju masa depan.
“Mari melihat ujian ini bukan sebagai beban, tapi sebagai proses dan langkah untuk maju. Kalau ujian dilihat sebagai beban, anak-anak akan takut, gelisah, dan tidak percaya diri. Tapi kalau ini dipandang sebagai fase lanjutan hidup, maka akan tumbuh pengharapan, semangat, dan daya juang,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kekhawatiran berlebihan justru dapat mematikan semangat berjuang siswa.
Sebaliknya, kekuatan iman dan pola pikir positif akan membantu mereka melewati stasiun kehidupan menuju masa depan yang dicita-citakan.
Pendeta Tehuayo juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan pergaulan, terutama di masa persiapan ujian.
“Anak-anak harus menjaga lingkungan dan diri sendiri. Kalau bahasa anak-anak sekarang, menjaga circle. Kalau circle tidak betul, lingkungan tidak betul, dampaknya ke kesehatan. Padahal kesehatan dan lingkungan itu adalah support system mereka,” katanya.
Selain itu, ia menekankan peran orang tua yang sangat krusial, tidak hanya dalam dukungan finansial, tetapi juga pendampingan moral dan spiritual.
“Orang tua jangan menjadi pola intimidasi bagi anak-anak. Jangan mengatakan kalau tidak lulus itu memalukan keluarga. Kalimat seperti itu bisa menjadi beban berat. Sampaikan kepada anak-anak bahwa apapun hasilnya, mereka sudah melakukan yang terbaik dan orang tua akan tetap berjalan bersama mereka,” pesannya.
Menurutnya, persiapan menghadapi ujian adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua.
Orang tua diharapkan tetap terlibat, mulai dari mengatur waktu belajar hingga membangun kekuatan spiritual anak dengan doa di rumah.
Melalui doa bersama lintas agama ini, SMA Negeri 1 Ambon tidak hanya mempersiapkan siswa secara akademik.
Tetapi juga menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan ketangguhan mental dalam menghadapi salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/SMANSA-DOA.jpg)