Sabtu, 2 Mei 2026

Sekolahan

528 Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Ambon Doa Bersama Persiapan Hadapi Ujian

Total 528 siswa yang akan menghadapi rangkaian ujian tersebut terlibat dalam kegiatan doa yang digelar secara serentak di beberapa lokasi

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Jenderal Louis MR
DOA BERSAMA - Ratusan siswa SMA Negeri 1 Ambon mengikuti ibadah di Gereja Joseph Kam, kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (6/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ambon mengikuti doa bersama sebagai bentuk persiapan mental, spiritual, dan moral guna menghadapi ujian praktek dan ujian sekolah.
  • Doa bersama ini dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) dan dibagi ke sejumlah tempat ibadah. 
  • Siswa beragama Kristen Protestan mengikuti ibadah di Gereja Joseph Kam.
  • Sementara siswa Katolik berdoa di Gereja Katedral Ambon, siswa Muslim di mushola sekolah, serta siswa beragama Hindu dan Buddha di tempat ibadah mereka masing-masing.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menjelang pelaksanaan ujian praktek dan ujian sekolah, ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ambon mengikuti doa bersama sebagai bentuk persiapan mental, spiritual, dan moral. 

Total 528 siswa yang akan menghadapi rangkaian ujian tersebut terlibat dalam kegiatan doa yang digelar secara serentak di beberapa lokasi sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Doa bersama ini dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) dan dibagi ke sejumlah tempat ibadah. 

Siswa beragama Kristen Protestan mengikuti ibadah di Gereja Joseph Kam, kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

Sementara siswa Katolik berdoa di Gereja Katedral Ambon, siswa Muslim di mushola sekolah, serta siswa beragama Hindu dan Buddha melaksanakan doa di tempat ibadah mereka masing-masing, termasuk di Pura.

Sekitar 300 siswa Kristen Protestan tampak khusyuk mengikuti ibadah yang dimulai pukul 11.00 WIT di Gereja Joseph Kam. 

Ibadah dipimpin oleh Pendeta J. Tehuayo, dengan pembacaan Alkitab yang diambil dari Amsal 3:5–6 dan Amsal 23:18, yang menekankan pentingnya pengharapan, kepercayaan diri, dan masa depan yang dijalani dengan iman.

Baca juga: Empat Komisaris PT Tanimbar Energi Dicecar Hampir 7 Jam Terkait Dugaan Korupsi Rp. 6,2 M

Baca juga: Berbagi Kebahagiaan Meski Tabrak Aturan, Jhoni Tawarkan Wisata Perahu Layar Mewah di Teluk Ambon

Tak hanya siswa, kegiatan doa bersama ini juga dihadiri oleh dewan guru SMA Negeri 1 Ambon sebagai bentuk dukungan langsung kepada para peserta ujian.

Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. Elonamayo Laturiuw, menjelaskan bahwa doa bersama ini menjadi langkah awal dalam menyongsong ujian praktek hingga ujian sekolah yang akan dihadapi siswa kelas XII.

“Hari ini SMA Negeri 1 Ambon dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan ujian praktek sampai dengan ujian sekolah, kami awali dengan doa bersama. Doa dibagi di beberapa tempat ibadah sesuai agama siswa. Ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter, bagaimana siswa-siswi kami saling menghargai kepercayaan masing-masing,” ungkapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, melalui ibadah ini seluruh persiapan ujian diserahkan kepada Tuhan, dengan harapan seluruh proses berjalan lancar. 

Ujian praktek dijadwalkan berlangsung pada 9–14 Februari 2026, sementara ujian sekolah akan digelar pada 13–24 April 2026.

Pemilihan Gereja Joseph Kam sebagai lokasi ibadah siswa Kristen Protestan, lanjut Elonamayo, didasarkan pada pertimbangan jumlah peserta.

“Jumlah siswa SMA Negeri 1 Ambon secara keseluruhan sekitar 1.517 siswa. Kalau ibadah seluruh sekolah biasanya kami gunakan Gereja Maranatha karena kapasitasnya besar. Tapi karena doa ini hanya untuk kelas XII, maka kami pilih Gereja Joseph Kam yang jaraknya juga tidak jauh dari sekolah. Tadi kami semua jalan kaki dari sekolah ke sini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan para siswa dalam menghadapi ujian praktek.

“Saya melihat persiapan yang dilakukan siswa bersama guru pendamping masing-masing tidak asal-asalan. Mereka benar-benar sudah siap dan ingin tampil terbaik. Harapan kami semua persiapan ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Pendeta J. Tehuayo memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak memandang ujian sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari proses kehidupan menuju masa depan.

“Mari melihat ujian ini bukan sebagai beban, tapi sebagai proses dan langkah untuk maju. Kalau ujian dilihat sebagai beban, anak-anak akan takut, gelisah, dan tidak percaya diri. Tapi kalau ini dipandang sebagai fase lanjutan hidup, maka akan tumbuh pengharapan, semangat, dan daya juang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kekhawatiran berlebihan justru dapat mematikan semangat berjuang siswa. 

Sebaliknya, kekuatan iman dan pola pikir positif akan membantu mereka melewati stasiun kehidupan menuju masa depan yang dicita-citakan.

Pendeta Tehuayo juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan pergaulan, terutama di masa persiapan ujian.

“Anak-anak harus menjaga lingkungan dan diri sendiri. Kalau bahasa anak-anak sekarang, menjaga circle. Kalau circle tidak betul, lingkungan tidak betul, dampaknya ke kesehatan. Padahal kesehatan dan lingkungan itu adalah support system mereka,” katanya.

Selain itu, ia menekankan peran orang tua yang sangat krusial, tidak hanya dalam dukungan finansial, tetapi juga pendampingan moral dan spiritual.

“Orang tua jangan menjadi pola intimidasi bagi anak-anak. Jangan mengatakan kalau tidak lulus itu memalukan keluarga. Kalimat seperti itu bisa menjadi beban berat. Sampaikan kepada anak-anak bahwa apapun hasilnya, mereka sudah melakukan yang terbaik dan orang tua akan tetap berjalan bersama mereka,” pesannya.

Menurutnya, persiapan menghadapi ujian adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua. 

Orang tua diharapkan tetap terlibat, mulai dari mengatur waktu belajar hingga membangun kekuatan spiritual anak dengan doa di rumah.

Melalui doa bersama lintas agama ini, SMA Negeri 1 Ambon tidak hanya mempersiapkan siswa secara akademik.

Tetapi juga menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan ketangguhan mental dalam menghadapi salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved