Aktivis Buru Dianiaya
Miris! Aktivis Buru Diduga Dipukuli Sekdes, Staf Desa, hingga Kepala Pemuda
Seorang aktivis bernama Madarudin Lapandewa mengaku menjadi korban pemukulan beruntun.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ummi Dalila Temarwut
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, berubah ricuh.
Seorang aktivis bernama Madarudin Lapandewa mengaku menjadi korban pemukulan beruntun, bukan hanya oleh Sekretaris Desa Ilath, tetapi juga oleh oknum staf desa serta Kepala Pemuda.
Dalam kesaksiannya kepada TribunAmbon.com pukul 08.00 WIT, Selasa (19/8/2025), Lapandewa menuturkan bahwa awal mula kejadian terjadi saat ia dan beberapa temannya memberi semangat kepada para peserta lomba puisi di panggung.
Sorakan yang dianggap berlebihan itu membuatnya ditegur bahkan dipukul oleh Sekdes.
Tak berhenti disitu, Lapandewa mengungkapkan, dirinya kemudian dibawa oleh seorang temannya, Ishak Masbait, ke rumah keluarga Jen Masbait untuk menghindari keributan.
Baca juga: Skandal Video Asusila Siswi SMA di Ambon: Diduga Disebar Sahabat Sendiri, Pelaku Utama Ditangkap
Namun, situasi semakin panas setelah terjadi adu mulut antara Jen Masbait dengan pihak pemerintah desa.
“Di depan rumah Bapak Jen Masbait, staf desa bersama Kepala Pemuda bernama Mulman Wailusu langsung memukul saya. Itu bukan pukulan pembinaan, tapi pukulan seperti kepada musuh,” ungkapnya dengan nada kecewa Pada TribunAmbon.com Selasa (19/8/2025).
Akibat serangan tersebut, Lapandewa mengalami trauma.
Warga yang menyaksikan kejadian juga merasa heran karena kekerasan dilakukan secara terbuka, bahkan di tengah momen perayaan kemerdekaan yang seharusnya dipenuhi rasa persatuan.
Diberitakan, seorang aktivis bernama Madarudin Lapandewa menjadi korban pemukulan diduga oleh Sekretaris Desa, Anwar Solisa, pada Sabtu (17/8/2025).
Baca juga: Ambon Raih Predikat Kota Layak Anak tapi Angka Kekerasan Seksual Terus Melonjak
Insiden itu terjadi di samping Lapangan Sepak bola Ilath.
Ketika sejumlah pemuda memberikan semangat kepada peserta lomba pembacaan puisi.
Lapandewa mengaku, sorakan yang ia lakukan bersama teman-temannya hanyalah bentuk dukungan penuh euforia kepada para peserta.
“Kami hanya berteriak memberi semangat kepada adik-adik yang tampil membaca puisi. Karena terlalu bersemangat, saya sampai melepas baju dan memutarnya di atas kepala. Tiba-tiba Sekdes datang dan pukul” ungkapnya pada TribunAmbon.com. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Korban-sekdes.jpg)