Maluku Terkini
Sampah Bertebaran di Pesisir Pantai Belakang Benteng Duurstede Saparua: Tangkapan Nelayan Berkurang
Pada 16 Mei 1817 benteng ini diserbu oleh rakyat Saparua di bawah pimpinan Kapitan Pattimura. (Wikipedia).
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sampah bertebaran di bibir pantai Benteng Duurstede Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah.
Pemandangan pun jadi rusak hingga dikeluhkan pengunjung Benteng.
Diketahui, Benteng Duurstede dibangun pertama kali oleh Portugis pada tahun 1676, kemudian direbut, dimanfaatkan dan dibangun kembali oleh Gubernur Ambon Mr. Nicolaas Schaghen pada tahun 1691.
Benteng Duurstede berfungsi sebagai bangunan pertahanan serta pusat pemerintahan Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie; VOC) selama menguasai wilayah Saparua.
Pada 16 Mei 1817 benteng ini diserbu oleh rakyat Saparua di bawah pimpinan Kapitan Pattimura. (Wikipedia).
Pantauan TribunAmbon.com, sampah didominasi plastik kemasan makanan dan minuman, juga botol plastik, selebihnya seperti kayu dan daun kering.
Selain pengunjung, nelayan setempat juga mengeluhkan kondisi itu menyusul hasil tangkapan menurun.
Baca juga: IMM Ambon: Jais Ely Bukan Cuma Tidak Bekerja, Dia Mempermalukan Institusinya
Baca juga: Heboh! Temuan Belatung Menu Makan Bergizi Gratis di SD Kristen Seri Ambon, Bodewin: Proses Hukum
Malah, jaring tak hanya berisi ikan, juga sampah plastik.
"Sampah disini datang paling banyak saat musim hujan, jadi kami sangat kesusahan mendapatkan ikan," ujar Robert Patty, salah seorang nelayan setempat kepada TribunAmbon.com, Kamis (24/7/2025).
Senada dikeluhkan Ritson Nanulaita, menurut warga setempat itu, sampah di bibir pantai merupakan sampah kiriman dari wilayah perairan lain, terbawa arus hingga mendarat di pesisir pantai Saparua.
Ia pun mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di laut demi menjaga kebersihan lingkungan.
"Pemerintah harus lebih tegas tentang sampah, dan kami harap ada kerjasama antar pemerintah dan masyarakat untuk membantu mengurangi sampah, karena laut adalah mata pencaharian kami," harapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.