Maluku Terkini
Cuaca Ekstrem: Basarnas Ambon Imbau Nelayan Hingga Perusahaan Pelayaran Utamakan Keselamatan
Mulai dari pemilik kapal hingga nelayan lokal dapat mempersiapkan diri dengan mengecek rutin cuaca, perlengkapan melaut, kondisi kapal, serta dimintai
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Mengingat cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Maluku akhir-akhir ini, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Ambon mengimbau nelayan, calon penumpang hingga pelaku usaha pelayaran tuk waspada cuaca buruk.
Kepada TribunAmbon.com, Kepala Seksi Operasi Basarnas Ambon, Andry A. H menegaskan pentingnya keamanan pelayaran.
Terkhusus kepada nelayan lokal dan pelaku usaha agar mengecek kondisi cuaca hingga perlengkapan keselamatan.
“Terkait dengan kejadian-kejadian kecelakaan laut yang kami tangani itu pada tahun ini khususnya di bulan Maret sampai bulan Juni ini, informasi dari BMKG itu intensitas hujan yang cukup tinggi. Sehingga mungkin dari Basarnas mengimbau kepada masyarakat Maluku yang menggunakan transportasi di laut, agar berkoordinasi dan tentu mencari informasi terkait dengan data cuaca, hal ini untuk memberikan pelayaran yang aman dan nyaman dari berangkat sampai tempat tujuan,” ungkap Andry A. H selaku Kepala Seksi Operasi, saat ditemui TribunAmbon.com, Kamis (10/7/2025).
“Terkait dengan pelayaran kapal, kami menghimbau agar diperhatikan alat-alat keselamatan berlayar. Agar jika terjadi kecelakaan, itu respons awal dalam penanganan,” sambungnya.
Baca juga: Beras Subsidi Tidak Tersedia di Pasar Mardika Ambon, Ini Penjelasan Bulog Maluku
Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Bripka Malfry Mikhael Masela Dilaporkan ke Propam Polda Maluku
Hal ini mengingat temuan lapangan saat evakuasi korban Laka laut, rerata tidak ditemukan kelengkapan alat keselamatan.
“Memang pengalaman kami melakukan operasi sar terkait dengan pencarian pertolongan, memang kami temukan berbagai kendala, salah satunya fasilitas alat keselamatan itu yang tidak ada. Ini yang penting untuk diperhatikan kedepannya,” pintanya.
Diberitakan sebelumnya, Basarnas Ambon mencatat sejak musim penghujan dari Maret 2025 hingga Juni, sebanyak 15 Kecelakaan Kapal yang ditangani.
Data ini dengan jumlah korban sebanyak empat orang dikabarkan hilang, satu orang meninggal dunia, dan 79 orang selamat, dari total keseluruhan sebanyak 84 orang.
“Hambatan yang kami hadapi biasanya dalam Laka laut, terutama itu cuaca. Mulai dari angin kencang hingga gelombang yang tinggi, di mana tim SAR Gabungan yang melakukan operasi sar kurang maksimal,”tutup Kepala Seksi Operasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/petugas-basarnas-ambon-tengah-memantau-kondisi-perairan-saat-operasi-sar-pencarian-orang-hilang.jpg)