Selasa, 21 April 2026

SBT Hari Ini

Pedagang Ngaku Pemerintah Tak Serius Tata Pasar Rakyat Kota Bula

Pedagang di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menilai pemerintah daerah setempat tidak becus menata kondisi pasar saat ini.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Haliyudin Ulima
PASAR BULA - Kondisi Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Minggu (6/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Pedagang di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menilai pemerintah daerah setempat tidak becus menata kondisi pasar saat ini.

Penilaian tersebut menyusul kerusakan fasilitas yang menunjang aktivitas pedagang, sama sekali tidak menarik perhatian bupati Fachri Husni Alkatiri dan wakilnya Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena.

Padahal, pemerintah sendiri telah merelokasi sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Bongkar Kota Bula, untuk disatukan bersama pedagang lainnya di pasar utama.

Baca juga: Pasca Diberitakan TribunAmbon.com Drainase Arah Galala Menuju MCM Akhirnya Dibersihkan

Namun, terdapat sejumlah pedagang yang tak mendapatkan jatah pembagian lapak, sehingga tidak memungkinkan bila seluruh pedagang dipaksa menempati kawasan pasar di Terminal Gumumae Bula itu.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Minggu (6/7/2025) pukul 12:09 WIT, puluhan lapak di kawasan pasar kini telah terisi penuh.

Pedagang yang tidak mendapatkan tempat jualan terpaksa membangun lapak seadanya menggunakan balok kayu beratapkan terpal.

Hal itu dilakukan menyusul lapak dagangan mereka telah dibongkar petugas pada Selasa (10/6/2025) lalu untuk direlokasi, namun mereka tidak disediakan lapak baru sebagai gantinya.

Baca juga: Sempat Diberitakan TribunAmbon.com, Papan Informasi Kecepatan Angin di JMP Akhirnya Berfungsi

Suraya Hayoto, salah pedagang ikan turut mengungkapkan keresahannya lantaran sikap cuek pemerintah yang terkesan membiarkan pihaknya berusaha sendiri.

"Pemerintah datang bongkar tempat jualan kami, tapi setelah itu tidak diperhatikan, cuman suru pindah di pasar, kondisi pasar saja tidak terurus," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com.

Menurutnya, banyak sarana prasarana yang mesti diperhatikan pemerintah sebelum merelokasi pedagang, mulai dari penyediaan lapak, hingga kawasan terminal yang seharusnya difungsikan.

"Mau jualan di pasar bagaimana, kalau tempat jualan sudah penuh semua, lampu jalan tidak ada, gedung bocor-bocor, kalau malam tidak bisa jualan," jelasnya.

Kata dia, hal itu bisa diatasi secara baik, aktifitas pedagang di kawasan pasar  bakal berjalan dengan baik sejak pagi hingga malam hari.

"Kalau mau pasar itu berfungsi dengan baik, perbaiki dulu kerusakan-kerusakan yang ada saat ini, yang paling penting itu terminal harus difungsikan, supaya kami bisa jualan sampai malam," pintanya.

Diketahui aktifitas pedagang di pasar tersebut hanya beroperasi sejak pagi hingga siang hari.

Sebelum pukul 12:00 WIT sebagian pedagang telah menutup dagang mereka dan memilih pulang. Sementara pedagang lainnya terus berjualan hingga pukul 17:00 WIT,  dengan kondisi pasar yang terbilang sangat sepi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved