Ambon Hari Ini

Telan Anggaran Rp 24 Juta, Dinas Perpustakaan Ambon Latih Masyarakat Lestarikan Naskah Kuno

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menggelar pelatihan untuk masyarakat dalam melestarikan naskah kuno.

Ummi Temarwut
NASKAH KUNO - Laporan Ketua Panitia, Charlota Saija dalam kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, pelestarian dan pendaftaran naskah kuno tahun 2025,Rabu (18/6/2025). 

Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menggelar pelatihan untuk masyarakat dalam melestarikan naskah kuno.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno Tahun 2025” ini dibuka oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Robert Sapulete, di Hotel Grand Avira, Jalan Rijali No. 86, Batu Merah, Rabu (18/6/2025).

Ketua Panitia, Charlota Saija menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan fisik dan informasi naskah kuno.

“Penyelamatan fisik naskah kuno harus berjalan seiring dengan penyelamatan nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Naskah bukan sekadar benda, tapi warisan budaya yang mengandung nilai tak terhingga bagi bangsa,” ungkapnya.

Baca juga: Polisi Olah TKP dan Rekonstruksi Penumpang Hilang di Kapal Sabuk Nusantara 87

Baca juga: TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan, Pastikan Keamanan Kota Ambon Kondusif

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta akan pentingnya naskah kuno kepada masyarakat.

Kemudian meningkatkan kapasitas peserta dalam proses penghimpunan, pendaftaran, penyimpanan, perawatan, serta pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Maluku.

Sasaran kegiatan ini mencakup kepala desa atau kelurahan, pemerintah negeri, masyarakat, dan pustakawan yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelamatan naskah kuno sebagai khazanah budaya bangsa.

Pelaksanaan kegiatan ini didanai dari anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon tahun 2025 dengan total pembiayaan sebesar Rp 24.168.000.

“Harapannya agar  lahir kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di tengah masyarakat, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat memori sejarah bangsa,” tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved