Kamis, 23 April 2026

SBT Hari Ini

Hujan Deras, Puluhan Rumah Warga dan Sekolah di Tanah Baru SBT Dihantam Banjir

Tidak hanya rumah waraga bahakan sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah juga ikut terendam.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa
BANJIR - Kondisi pemukiman warga Dusun Talapa, Desa Tanah Baru, kecamatan Kesui Watubela, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) saat terendam banjir, Minggu (9/6/2025) malam. 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan rumah warga di Desa Tanah Baru, Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terendam banjir, Minggu (9/6/2025).

Tidak hanya rumah waraga bahakan sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah juga ikut terendam.

Hal itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga malam hari yang membuat dua sungai di Desa itu meluap.

Baca juga: Puluhan Makam di Desa Inlomin SBT Amblas dan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Eizy Sengan, salah satu warga mengaku, luapan air nyaris merendam seluruh rumah warga di Dusun Talapa sekira pukul 20.18 WIT.

"Hampir semua rumah warga yang berada di Dusun Talapa dan dua sekolah yakni Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah terendam air," ujarnya.

Banjir setinggi lutut orang dewasa itu berlangsung sekitar tiga jam, hingga pukul 01.00 WIT, volume air baru mulai surut bersamaan dengan hujan yang mulai redah.

“Air mulai surut itu sekitar jam 12 atau jam 1 malam, itupun karena hujan sudah redah jadi air juga surut,” jelasnya.

Mirisnya, kejadian serupa bukan baru pertama kali terjadi, namun sudah berulang kali, terlebih saat tiba musim hujan.

Hal itu semakin diperparah dengan tidak adanya talud penahanan banjir yang dibangun pada bentaran kedua sungai tersebut

Baca juga: Tolak PT Batu Licin di Nerong Malra, Renyaan Desak Dinas ESDM Maluku Jujur Material yang Digali

Mewakili warga setempat, dirinya berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah penyelamatan agar masalah serupa tidak berulang secara terus menerus.

“Harapan masyarakat agar pemerintah daerah dapat memperhatikan untuk segera membangun talud penahan banjir supaya masyarakat tidak lagi khawatir apabila memasuki musim hujan,” tutupnya.

Diketahui Juga Banjir itu menggenangi sejumlah toko sembako dan tempat pengepul hasil pertanian seperti cengkeh, pala dan kopra. Akibatnya, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved