Selasa, 19 Mei 2026

Tual Hari Ini

Bantuan Pangan Murah Tahap I, Rumra Harap Koordinasi Pusat dan Daerah Tetap Berjalan

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra berharap kolaborasi pusat dan daerah tetap terjalin dalam hal menjaga stabilitas harga pangan.

Tayang:
Istimewa
PEMKOT TUAL : Wawali Tual Amir Rumra saat menerima bantuan pangan murah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (9/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra berharap kolaborasi pusat dan daerah tetap terjalin dalam hal menjaga stabilitas harga pangan.

Harapan tersebut dikemukakan Rumra, saat menerima bantuan pangan murah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (9/6/2025).

Bantuan yang diterima dari Bapanas yakni 25 ton beras, 25 ton gula pasir, dan 17 ton minyak goreng yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi.

"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah seperti ini dapat terus terjalin untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Polemik PT Batu Licin di Ohoi Nerong, Refra Sebut Serap Puluhan Tenaga Kerja

Baca juga: Nasib Petugas Kebersihan Pasar Mardika: Dipecat Tanpa Alasan, Gaji Tertunggak Berbulan-bulan

Menurutnya, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan secara nasional. 

"Pemerintah Kota Tual melalui dinas terkait akan segera mendistribusikan bantuan tersebut," terangnya.

Rumra juga menyampaikan, agar pihak pelaku usaha dapat membuka ruang bagi pedagang kecil, untuk membeli sehingga beras murah dapat dengan mudah dibeli warga, dan dapat mengajak pelaku usaha di Tayando dan Kur untuk menjual komoditi tersebut namun tetap dalam pantauan. 

"Dinas Ketahanan pangan diharapkan dapat melakukan pengawasan intens terhadap distribusi pangan ini, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pihak Bapanas atas dukungan upaya stabilisasi harga dengan FDP ini untuk masyarakat Kota Tual," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rumra nampak melakukan bincang-bincang dengan pelaku usaha dan beberapa masukan disampaikan terutama terkait pembiayaan saat bongkar barang yang dianggap tidak resmi.

Misalnya biaya masuk pintu pelabuhan dikenai Rp 50 ribu per truk padahal sudah membayar kartu masuk pelabuhan ke pihak UPP Tual sebesar Rp 1.350 ribu kurang lebih yang peruntukan untuk truk tersebut. 

Dan beberapa permasalahan lain yang butuh koordinasi pihak manajemen, karena pengeluaran ini akan berdampak terhadap kenaikan harga dan masyarakat yang akan menanggung.

Rumra berjanji akan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. 

Turut mendampingi Wawali Tual, Ketua TP PKK Salsa Rumra, Kadis Ketahanan Pangan Darnawati Amir, Kabag Perekonomian, Kabid Distribusi Pangan dan Pelaku Ushaa Cv. Sama Baru Haji Ali.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved