Selasa, 12 Mei 2026

Tual Hari Ini

Tanggapi Isu Kelangkaan Mitan, Begini Penjelasan Kadis Perindag Kota Tual

Dijelaskan Rini, distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan tetap lancar, bahkan dilakukan seminggu sekali.

Tayang:
Penulis: Yusdar Ohoirat | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Yusdar Ohoirat
KELANGKAAN MITAN - Kadis Perindag Kota Tual, Rini Atbar saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (11/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Kadis Perindag Kota Tual Rini Atbar pastikan tidak terjadi kelangkaan minyak tanah.
  • Dijelaskan Rini, distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan tetap lancar, bahkan dilakukan seminggu sekali.
  • Sehingga stok minyak tanah di Kota Tual stabil dan terkendali dengan baik.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Tual, Rini Atbar pastikan tidak terjadi kelangkaan minyak tanah.

Penegasan itu menyusul kabar kelangkaan minyak tanah yagn santer beredar.

Dijelaskan Rini, distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan tetap lancar, bahkan dilakukan seminggu sekali.

Sehingga stok minyak tanah di Kota Tual stabil dan terkendali dengan baik.

"Terkait dengan kelangkaan minyak tanah sebetulnya ini tidak ada masalah untuk di kota tual," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com. Senin (11/5/2026).

Lanjutnya, distribusi juga telah diatur berdasarkan zonasi hal itu, kemudian dijalankan dengan pengawasan ketat.

Hal itu untuk mencegah praktek penimbunan minyak tanah.

Baca juga: 15 dari 24 WNA Cina di Gunung Botak Diperiksa, Imigrasi Ambon Dalami, Berpotensi Dideportasi

Baca juga: Markas Judol Libatkan 321 WNA di Hayam Wuruk Terbongkar, Khawatir Bekingnya Ordal Komdigi!

"Iyaa, misalnya warga yang mau beli mitan di salah stau kompleks, minimal dia harus bawa bukti KTP/KK, sebagai tanda bahwa dia tinggal di zona tersebut, itupun hanya bisa dapat satu jerigen lima liter," terangnya.

Menurutnya, fenomena antrian minyak tanah yang terjadi belakangan ditengah masyarakat, biasanya terjadi saat menjelang HBKN.

Pihaknya juga akan melakukan langkah-langkah strategis untuk penambahan kuota minyak tanah di setiap wilayah.

"Biasanya antrean panjang itu disebabkan efek panic buying, tapi kita akan minta extra dropping oleh pertamina dan juga agen, untuk menyikapi jangan sampai ada antrian panjang," jelasnya.

Rini juga mengimbau, agar masyarakat dapat menggunakan energi lain seperti gas LPG  sebagai pengganti, ketika terjadi kelangkaan minyak tanah di kemudian hari. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved