Malteng Hari Ini

‎Habiskan Rp 11,4 Miliar, Konstruksi Lantai Empat Maplaz tak Bisa Tampung Beban Berat

‎Sayangnya, proyek fisik yang dikerjakan sejak Januari 2021 itu nampak tidak berfungsi sesuai peruntukannya, lantaran konstruksi lantai 4 tidak mampu

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
MASOHI PLAZA - Nampak bagian dalam gedung Masohi, Plaza di Kota Masohi, Maluku Tengah, Rabu (4/5/2025) 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM -  Proyek revitalisasi Gedung Masohi Plaza (Maplaz) menghabiskan anggaran senilai Rp. 11,4 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU).

‎Sayangnya, proyek fisik yang dikerjakan sejak Januari 2021 itu diduga tak sesuai peruntukannya, lantaran konstruksi lantai 4 tidak mampu menampung beban berat. 

‎Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang Perdagangan dan Pengembangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah, Ramli Marasabessy, Rabu (4/6/2025).

‎"Kalau lantai 4, karena kendala teknis bangunan tidak bisa menaruh barang-barang yang berat. Jadi lantai 4 belum bisa bicara sampai ke tingkat itu (Penataan pedagang)," ujar Ramli.

‎Sehingga penataan pedagang baru sampai di lantai 3 saja. 

Baca juga: Disperindag Sebut Masalah Teknis Gedung Maplaz Tanggung Jawab PUPR, ‎Hassan: Bukan Aset PUPR

Baca juga: Revitalisasi Capai 11,4 Miliar, Lantai 4 Maplaz Tidak Bisa Difungsikan Karena Alasan Teknis ?

‎Dilansir dari Beritabeta.com, lantai 4 Maplaz direncanakan diisi bioskop dan cafe. 

‎Temuan ini semakin menguatkan sorotan pada PT. Kadjuara Mandiri selaku penyedia jasa proyek senilai 11,4 Miliar itu..

‎Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maluku Tengah Hassan Firdaus menampik tanggung jawab pengelolaan teknis gedung Masohi Plaza (Maplaz) ada di dinasnya. 

‎Saat ditemui di Kantor Bupati Maluku Tengah, Rabu (4/6/2025), Kadis PUPR Maluku Tengah, Hassan Firdaus berdalih gedung yang direvitalisasi dengan anggaran Rp 11,4 Miliar itu bukanlah aset PUPR. 

‎"Bukan Aset PUPR," ujarnya singkat.

‎Berbalik yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah, Erny Rahman menyikapi kebocoran hingga lantai empat gedung yang tidak difungsikan sejak diresmikan September 2022 itu.

‎"Pengelolaan gedung Maplaz (bocor dan sarana lainya) di PU. bt seng bisa koment. Tks," ujarnya singkat, Senin (2/6/2025). (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved