Sabtu, 11 April 2026

Banjir Rob

BMKG Tual Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob Jelang Bulan Purnama

BMKG Tual menghimbau Masyarakat mewaspadai cuaca buruk yang berpotensi terjadi di 6 wilayah di Provinsi Maluku pada 09 hingga 20 Mei 2025.

TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
BPBD KOTA TUAL : Banjir Rob yang terjadi di Dusun Fidabot, Kota Tual, Provinsi Maluku, Rabu (30/4/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca buruk yang berpotensi terjadi di 6 wilayah di Provinsi Maluku pada 09 hingga 20 Mei 2025.

Kepala BMKG Kota Tual Oktovianus Jootje Zadrak, mengatakan, 
Adanya fenomena bulan purnama pada tanggal 12 Mei 2025 serta peningkatan ketinggian air laut maksimum yang membuat banjir Rob

"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Maluku, diantaranya, Pesisir Pulau Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Tanimbar dan Aru," ucap Jootje saat dihubungi TribunAmbon.com, melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (8/5/2025).

Baca juga: Pasca Diguyur Hujan Aktivitas Warga Tergangu Imbas Sampah Meluber di Jalan Pasar Langgur

Baca juga: Cuaca Maluku Jumat 9 Mei 2025 di 11 Kabupaten Kota, BMKG: Malteng Hujan Lebat

Menurutnya, potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap
wilayah. 

Secara umum wilayah maluku berpotensi mengalami banjir rob pada periode 09 Mei - 20 Mei 2025. 

"Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini secara umum, berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan, dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan aktivitas di pemukiman pesisir," cetusnya.

Untuk itu bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar lebih waspada dan  dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (rob).

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, serta waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari maksimum air laut," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved