SBB Hari Ini
Warga Buang Sampah di Bekas Lahan Perusahaan Djayanti, Tak Ada TPS Jadi Alasan
Minimnya tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar permukiman membuat warga terpaksa membuang sampah di tempat tersebut.
Penulis: Kartika Djuna | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Kartika Djuna
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Warga menjadikan area bekas perusahaan Djayanti di Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat sebagai tempat pembuangan sampah.
Pantauan pada Selasa (30/4/2025), sampah rumah tangga berserakan di pinggir jalan dekat kawasan kebun.
Minimnya tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar permukiman membuat warga terpaksa membuang sampah di tempat tersebut.
"Sampah sering dibuang di sini karena tidak ada tempat sampah umum," ungkap Mama Lin, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi pembuangan.
Ia menyebut kondisi ini bukan hal baru, melainkan sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Pasca Ditertibkan, Jalanan Pasar Binaiya Masohi Nampak Teratur
Baca juga: Dispensasi Kawin di SBB Wajib Sertakan Pemeriksaan Kesehatan, Tapi Belum Ada Psikolog Anak
Volume sampah terus meningkat hingga terkadang sampah plastik kemasan terbawa angin hingga ke pemukiman.
"Kalau sudah terlalu banyak, sampah bisa tertiup angin sampai ke area rumah. Mau tidak mau, kami yang tinggal dekat sini yang bakar sampahnya supaya tidak terlalu bau," ujarnya.
"Biasanya saya bersih-bersih pagi-pagi, dan pasti sampahnya sudah banyak. Jadi terpaksa kami bakar supaya tidak mengganggu," imbuhnya.
Warga berharap pemerintah menyediakan bak penampungan sampah agar lingkungan sekitar tetap bersih dan sehat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/SAMPAH-Kamal.jpg)