Banjir di SBT

Kampung Gorom Langganan Banjir, Warga: Kami Butuh Kerja Nyata Bukan Tinjau Lokasi

Sekumpul warga kampung Gorom teriak butuh kerja langsung, bikin talud agar tahan banjir, bukan tinjau lokasi kaya begini pak wakil bupati.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin
BANJIR - Wakil bupati kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Muhamat Miftah Thoha Rumarey Wattimena beserta rombonga saat mengunjungi rumah warga yang terdampak banjir, di kawasan Gumumae, kota Bula, Maluku, Sabtu (5/4/2025) sore. 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Warga di kawasan Kampung Gorom, kota Bula, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sangat mengharapkan kerja nyata dari Pemerintah setempat.

Pasalnya, setiap musim penghujan Kampung Gorom merupakan kawasan langganan banjir.

Selain itu, saat banjir menghantam pemukiman mereka, tak ada langkah serius yang diambil pemerintah Kabupaten SBT.

Meskipun telah dilakukan peninjauan berulang kali pasca banjir, hanya bantuan sembako dan sejumlah perabotan yang diterima warga.

Padahal warga tak membutuhkan itu, melainkan talud penahan banjir disepanjang bentaran sungai Wailola.

Hal itu diungkapkan Mama Ati dan sekumpul warga kampung Gorom, pasca menyaksikan kunjungan wakil bupati kabupaten SBT Muhamat Miftah Thoha Rumarey Wattimena beserta rombonga di lokasi banjir, Sabtu (5/4/2025) sore.

"Katong butuh kerja langsung, bikin talud supaya tahan banjir, bukan tinjau lokasi kaya begini, bupati kemarin juga pake cara begini, tapi sampai sekarang seng (tidak) ada hasil," ujarnya kepada Tribunambon.com.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Vitho itu,menolak berkomentar banyak.

"Kalau itu memang kita tidak perlu tanggapi, karena memang kita gerak cepat, niatnya juga baik, dan saya tidak perlu menanggapi komentar seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, Helni Rumagiar salah satu warga di kawasan Gumumae, kota Bula, mengakui bukan kali pertama banjir deras menghantam rumah hingga pekarangan mereka.

Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, namun hingga kini belum ada  perhatian serius dari pemerintah setempat.

Baca juga: Kekurangan Stok Logistik Bencana, Pemkab SBT Minta Bantuan ke Pemprov Maluku

Baca juga: Banjir di Kampung Gorom SBT Diduga Akibat Aktivitas Tambang, Wabup: Kita Cek Izin Operasinya 

Lanjut dikatakan, luapan air yang mengalir deras kapan saja, mengancam aktivitas mereka.

Saluran drainase yang tak berfungsi, talut penahan banjir yang kerap dijanjikan, adalah janji yang tak kunjung ditepati.

"Kali dan got-got ini kalau bisa dong (mereka) bikin jua, supaya seng (tidak) banjir-banjir begini lai. Jangan tiap tahun Katong (kami) jadi korban, tiap tahun jadi korban terus," ujarnya.

"Sudah empat kali banjir, ini yang paling parah, jadi setiap tahun itu ada banjir," tuturnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved