Senin, 18 Mei 2026

SBT Hari Ini

Oli Tumpah di Dekat SPBU Bula, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

Pasalnya, tepat di depan perusahan Kalrez dipenuhi dengan tumpahan cairan oli.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Haliyudin Ulima
LALU LINTAS - Salah satu pengendara roda dua saat melintas Jalan Wailola Raya, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang dipenuhi cairan oli, Sabtu (15/3/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Pengendara yang hendak melintasi ruas jalan Wailola Raya, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, harus ekstra hati-hati.

Pasalnya, tepat di depan perusahan Kalrez dipenuhi dengan tumpahan cairan oli.

Pantauan Tribunambon.com di lokasi, tampak cairan oli masih mengalir di tengah badan jalan.

Para pengendara harus mengurangi laju kendaraan akibat kondisi jalan yang berisikan cairan tersebut.

Tampak, beberapa warga berinisiatif untuk memberikan kode peringatan kepada pengendara saat melintas kawasan itu.

Sejauh ini, meski kondisi lalu lintas terpantau stabil, pengguna roda dua dan roda empat harus mengurangi laju kendaraan mereka saat tiba di area itu.

Salim (39) salah satu pengendara roda dua mengaku, saat melintasi area itu hampir tergelincir akibat tumpahan cairan itu.

Baca juga: Kantor Ohoi Wearlilir Malra Dipalang Warga, Buntut Pergantian Kepala Penjabat Ohoi

Baca juga: Miris! Lampu Penerang Jalan Umum di Depan Kantor Bupati SBT Padam, Warga Minta Diperbaiki

"Beta tadi hampir jatuh, untung kondisi motor seng (tidak) laju, jadi masih bisa kontrol motor tadi. Tadi kalau sedikit laju berarti bisa jatuh," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com, Sabtu (15/3/2025).

Ia mengakui, sekalipun kondisi kota Bula saat ini terbilang panas, keberadaan cairan itu harus dibersihkan sebab mengancam aktivitasnya dan pengendara lain.

"Harus siram supaya seng (tidak) licin karena ini oli, biar matahari panas begini lai tapi harus siram," pintanya.

Salim menghimbau agar pengguna jalan raya saat tiba di kawasan itu harus menggunakan kecepatan dibawa standar, jika tidak, bahaya bisa saja terjadi.

"Kalau lewat sini harus pelan, kalau laju berarti selesai suda," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved