Maluku Terkini
Merajut Hidup Lewat Kain Tenun Maluku Omela Eras, Warisan Turun-temurun
Penenun kain tradisional sudah menjadi salah satu profesi yang umum dijalankan secara turun-temurun oleh sebagian besar warga di Tanimbar.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penenun kain tradisional sudah menjadi salah satu profesi yang umum dijalankan secara turun-temurun oleh sebagian besar warga di Tanimbar, Provinsi Maluku.
Tak jarang, bakat menenun ini menjadi mata pencaharian utama bagi mereka untuk merajut kehidupan yang lebih layak kedepannya.
Satu diantara mereka yakni ibu Tabitha Bilmaskosu/ Matahelumual atau yang kerap disapa Ibu Oke.
Baca juga: Mengenal Kain Tenun Ikat Tanimbar yang Dikalungkan ke Jokowi dan Iriana Saat Tiba di Bumi Duan Lolat
Wanita kelahiran 4 Juni 1973 mengisahkan, sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat orang tua dan orang-orang di sekelilingnya melakukan aktivitas tenun.
Hingga saat beranjak remaja, ibu dari dua orang anak ini memilih untuk terjun langsung, mencoba aktivitas kesenian yang sama.
“Jadi kalau kain tenun ini sudah turun-temurun dari orang tua yang diwariskan ke anak-anak. Dan kalau saya saat masih gadis itu sudah mulai tenun,” kata Ibu Oke kepada TribunAmbon.com.
Waktu berlalu, Ibu Oke mengaku mulai menemukan jati dirinya sebagai sang penenun sejati.
Ia selalu merasa bersemangat ketika akan menenun kain.
Hingga akhirnya, ia memilih untuk memanfaatkan warisan tradisi menenun dengan mengembangkannya menjadi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditengah persaingan bisnis yang lebih ketat saat ini.
Menurutnya, ini bukan hanya soal warisan tradisi belaka, tapi bisa dikembangkan menjadi sumber penghidupan yang mensejahterakan.
“Sehingga kita sebagai anak-anak harus betul-betul mewarisi dan melakukannya karena kain tenun ini memberikan dampak yang positif dan luar biasa bagi kehidupan keluarga, untuk kebutuhan anak-anak, hingga ke masa depan mereka jadi saya memilih untuk fokus sebagai pengrajin tenun,” tutur Ibu Oke.
Berbekal pelatihan-pelatihan tambahan dari pemerintah setempat, Ibu Oke akhirnya resmi membangun usahanya di tahun 2012 yang dinamai Omela Eras.
Omela Eras merupakan bahasa dari daerah asalnya di Kampung Kandar, Saumlaki, Tanimbar.
Yang jika diartikan, Omela berarti sesuatu yang tidak akan stagnan ditempat begitu saja tapi pasti akan mengalami perkembangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tenun-tanimbar-ajaka.jpg)