Sabtu, 11 April 2026

Ambon Hari Ini

Tenun dan Batik Disebut Warisan Budaya yang Bisa Perkuat Sektor Ekonomi Daerah

Diterangkan, tradisi tenun dan batik selain memiliki nilai budaya, karya tenun dan batik juga memiliki potensi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ek

Penulis: Maula Pelu | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Maula Pelu
Berlangsungnya acara pelatihan menenun di kantor PKK Kota Ambon, Senin (20/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tenun dan batik merupakan tradisi kerajinan tangan yang memiliki nilai kultural yang tinggi, perlu dilestarikan dan dijaga dengan baik.

Hal ini disampaikan Penjabat Ketua PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan tenun dan batik, yang diselenggarakan Disperindag Kota Ambon, Senin (20/5/2024).

“Tradisi ini menjadi warisan berharga dari nenek moyang yang harus dipelihara agar tetap hidup dalam benak anak cucu kita,” kata Lisa Wattimena.

Diterangkan, tradisi tenun dan batik selain memiliki nilai budaya, karya tenun dan batik juga memiliki potensi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Selain pelestarian tradisi, saat ini PKK Kota Ambon bersama pemerintah Kota Ambon, ingin mengembangkan tenun Ambon dan batik Ambon yang nantinya akan menjadi kontribusi untuk ekonomi Indonesia,” terangnya.

Foto bersama dalam pembukaan acara pelatihan membantik dan menenun, Senin (20/5/2024).
Foto bersama dalam pembukaan acara pelatihan membantik dan menenun, Senin (20/5/2024). (TribunAmbon.com / Maula Pelu)

Maka dari itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi peserta dalam meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam bidang tenun dan batik, baik untuk pasar lokal hingga internasional.

Baca juga: 30 Warga Kota Ambon Dilatih Membatik dan Menenun, Ini Tujuannya

"Melalui pelatihan ini juga, para pengrajin harus berinovasi dalam membuat tenun dan batik khas Kota Ambon,” harapannya.

“tunjukkan kepada banyak orang, bahwa kita orang Ambon memiliki tenun dan batik yang menjadi identitas orang Ambon ," tambah Wattimena.

Ia juga berharap, tradisi tenun dan batik di Kota Ambon dapat berkembang, memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan menjadi magnet pariwisata yang memperkaya keindahan budaya Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 30 warga Ambon dilatih untuk membatik dan menenun.

Program Pemkot Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon ini berlangsung di Kantor PKK Kota ambon.

Diketahui, Kegiatan pelatihan ini berlangsung tiga hari dari 20-22 Mei 2024. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved