Video Viral

Viral! Sopir Angkot Laha Ambon Turunkan Penumpang Seenaknya, Bikin Penumpang Kesal

Video viral memperlihatkan perdebatan antara penumpang dan sopir angkot Laha, Ambon akibat penumpang diturunkan seenaknya.

|
Wilke Sasiang
Tangkapan layar video perdebatan penumpang dan sopir angkot jurusan Laha. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan insiden tidak menyenangkan yang dialami oleh Wilke Sasiang, seorang penumpang angkot jurusan Laha, Kota Ambon.

Wilke merasa dirugikan karena diturunkan oleh sopir angkot di tengah jalan, tepatnya di kawasan Wayame, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Dalam video yang berdurasi 2 menit tersebut, terlihat jelas perdebatan sengit antara Wilke dan sang sopir. 

Wilke tampak kesal karena tidak diantar sampai tujuan yang telah disepakati, yakni Tawiri. 

Baca juga: Kepala Desa Negeri Air Kasar Maluku Diduga Korupsi Dana Desa Rp 500 Juta, Kini Ditahan Jaksa

Baca juga: Disperindag Maluku Ingkar Janji, Karyawan Pasar Mardika Hanya Terima Sebagian Gaji

Sementara itu, sang sopir bersikeras meminta bayaran ongkos angkot.

Kepada TribunAmbon.com, Wilke menuturkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/12/2024). 

Kejadian bermula ketika Wilke menaiki angkot jurusan Laha dari Terminal Mardika. 

Sebelum naik, Wilke telah memastikan kepada sopir apakah angkot tersebut menuju Tawiri. 

Sang sopir pun mengangguk sebagai tanda persetujuan.

Namun, sesampainya di kawasan Wayame, sopir angkot tersebut tiba-tiba berhenti dan menyuruh semua penumpang turun, termasuk Wilke. 

Merasa dirugikan, Wilke pun memprotes tindakan sopir tersebut.

“Saya sudah tanya jelas-jelas ke sopirnya apakah angkot ini sampai Tawiri. Dia mengangguk, makanya saya naik. Tapi tiba-tiba saya diturunkan di sini,” ungkap Wilke dengan nada kesal, Rabu (11/12/2024).

Selain merasa dirugikan, Wilke juga mengeluhkan cara berkendara sang sopir yang dinilai ugal-ugalan. 

Menurutnya, sopir tersebut beberapa kali melakukan manuver berbahaya seperti menginjak rem mendadak dan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. 

Padahal saat itu, angkot yang mereka tumpangi sudah cukup penuh, termasuk Wilke tengah memangku anaknya yang ketiduran.

"Sopirnya ini ngebut terus. Padahal di dalam angkot ada anak kecil. Saya sudah tegur, tapi malah ditatap tajam," ujarnya.

Dirinya berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 

Ia meminta pihak berwenang untuk mengawasi angkot-angkot yang beroperasi di wilayah Kota Ambon.

"Saya berharap ada tindakan tegas terhadap sopir-sopir yang ugal-ugalan seperti ini. Mereka harus diberikan sanksi yang setimpal agar jera," tegasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved