Gaji Karyawan Mardika
Disperindag Maluku Ingkar Janji, Karyawan Pasar Mardika Hanya Terima Sebagian Gaji
Kegembiraan para pekerja Pasar Mardika saat menerima sebagian gaji yang tertunggak selama berbulan-bulan bercampur dengan rasa kecewa mendalam.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kegembiraan para pekerja Pasar Mardika saat menerima sebagian gaji yang tertunggak selama berbulan-bulan bercampur dengan rasa kecewa mendalam.
Pasalnya, dari total enam bulan gaji yang belum dibayarkan, mereka hanya menerima pembayaran untuk dua bulan saja.
Tunggakan gaji tersebut dimulai sejak bulan Februari hingga Mei 2024, dan kemudian berlanjut pada bulan September hingga November 2024.
Kepada TribunAmbon.com, salah seorang karyawan pasar Mardika, berinisial LW mempertanyakan kapan sisa tunggakan gaji selama empat bulan akan dilunasi oleh pemerintah.
"Sisa empat bulan gaji itu kapan akan dibayarkan? Ini sudah akhir tahun. Jangan-jangan ditunda lagi sampai tahun depan," ungkapnya, Selasa (10/12/2024).
Seperti diketahui, sekitar 84 pekerja Pasar Mardika, yang terdiri dari 34 petugas kebersihan dan 50 petugas keamanan, telah lama menantikan pembayaran gaji yang kerap dijanjikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kotta.
Akibat tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, para pekerja Pasar Mardika mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan estimasi gaji per orang sebesar Rp 2,9 juta, total tunggakan gaji yang harus dibayarkan oleh pemerintah mencapai angka yang cukup besar, yakni sekitar Rp 1,7 miliar.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku telah berulang kali berjanji akan segera melunasi tunggakan gaji para pekerja Pasar Mardika.
Namun, hingga saat ini janji tersebut belum juga terealisasi. Hal ini tentu saja menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para pekerja yang telah bekerja keras untuk melayani masyarakat.
"Jujur kami sangat kecewa dengan perlakuan seperti ini, bagaimana kami memenuhi kebutuhan rumah tangga jika gaji kami tidak dilunasi," kata LW.
Mewakili seluruh karyawan dia berharap agar pemerintah segera menyelesaikan masalah tunggakan gaji ini.
Selain itu, ia juga meminta transparansi dalam proses pembayaran gaji, sehingga tidak ada lagi keraguan dan ketidakpastian di antara mereka.
"Kami meminta agar hak-hak kami sebagai pekerja dapat dipenuhi secara penuh dan tepat waktu," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.